Kepri

Hari Ini Pendaftaran Calon Direksi BUP PT. Pelabuhan Kepri Ditutup, Posisi Komisaris PT. Pembangunan Kepri Sepi Peminat

batampos.id-Kepala Biro Administrasi Perekonomian Provinsi Kepri, Novianto mengatakan pendaftaran Calon Direksi Badan Usaha Pelabuhan PT. Pelabuhan Kepri akan ditutup hari ini, Jumat (11/6) pukul 15.00. Menurutnya sampai Kamis (10/6) lalu, sudah ada 22 orang yang mendaftar.

“Untuk pendaftaran Calon Direksi BUP PT. Pelabuhan Kepri hari ini kita tutup. Sedangkan untuk posisi Komisari PT. Pembangunan Kepri kita perpanjang sampai 15 Juni 2021 nanti,” ujar Novinato.

BACA JUGA: Irwansyah: Jangan Ada Lagi Bagi-Bagi Jabatan dalam Pemilihan Direksi PT Pelabuhan Kepri

Advertisement

Disinggung mengenai nama-nama yang sudah mendaftar? Mengenai hal itu, Mantan Pejabat Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah(BP2RD) Provinsi Kepri tersebut masih belum bisa dipublis. Karena setelah ini akan dilakukan verifikasi administrasi oleh panitia. Menurutnya, nama-nama yang akan disampaikan untuk mengikuti proses selanjutnya adalah orang-orang yang dinyatakan memenuhi kualifikasi.

“Jumlah tersebut bisa saja bertambah, karena hari ini batas terakhir pendaftaran untuk Calon Direksi BUP PT. Pelabuhan Kepri. Jika memang semua dinyatakan memenuhi syarat tentu, akan mendapatkan peluang yang sama. Namun bagi yang tidak qualified tentu akan gugur secara otomatis,” jelasnya.

Kemudian ditanya mengenai sepinya peminat untuk posisi Komisari PT. Pembangunan Kepri? Mengenai hal itu, Novianto bisa memastikan apakah penyebabnya. Dipaparkannya, khusus untuk posisi tersebut adalah berasal dari Internal Pemerintah Provinsi Kepri. Ia berharap dengan adanya tambahan waktu pendaftaran ini, sudah ada peminat yang mendaftar nantinya.

Seperti diketahui, dalam kurun waktu 2009-2011, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendapati 22 temuan tidak wajar dalam hal penggunaan anggaran oleh Direksi PT. Pembangunan Kepri. Akan tetapi, tidak ada satupun temuan tersebut yang bisa dibereskan oleh perusahaan plat merah milik Pemprov Kepri tersebut. Adapun hutang perusahaan plat merah tersebut tembus Rp14 miliar.(*)

reporter: Jailani
editor: tunggul