Nasional

Tarik Uang Pelunasan Biaya Haji

Nomor Porsi Tetap Aman, Prioritas Berangkat Tahun Depan

Ilustrasi ibadah haji di masa pandemi Covid-19 (Dok/JawaPos.com)

batampos.id – Para jemaah calon haji (JCH) ramai-ramai mulai menarik uang pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Sepekan setelah pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan haji, puluhan JCH memutuskan menarik setoran pelunasan.

Kementerian Agama (Kemenag) sudah memutuskan bahwa JCH yang menarik setoran pelunasan BPIH, maka nomor porsinya tidak hangus. Mereka tetap menjadi prioritas diberangkatkan pada 2022 nanti. Sebaliknya JCH yang menarik setoran pelunasan dan uang muka biaya haji, maka dianggap melakukan pembatalan. Sehingga nomor porsinya hangus. Ketika akan mendaftar haji, berada di antrean paling belakang.

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Ramadan Harisman, menuturkan, sampai Kamis (10/6) kemarin tercatat ada 59 orang JCH yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan. Perinciannya adalah 34 orang JCH reguler dan 25 orang jemaah JCH khusus.

Advertisement

“Untuk tahun 2020, ada 1.688 jemaah haji reguler dan 438 jemaah haji khusus mengajukan pengembalian setoran pelunasan,” katanya, Kamis (10/6). Ramadan menegaskan, JCH yang hanya menarik setoran pelunasan, masih memiliki nomor porsi haji sesuai antrean yang berlaku.

Ramadan menuturkan proses awal pengajuan penarikan setoran pelunasan diajukan jemaah ke Kemenag di daerah masing-masing. Setelah itu diproses di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Total proses penarikan setoran pelunasan ini membutuhkan waktu sembilan hari kerja. Nanti uang pelunasan ditransfer ke rekening jemaah masing-masing.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi, mengapresiasi upaya Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, mengklarifikasi sejumlah isu sensitif tentang pembatalan haji di Indonesia. Khususnya isu bahwa pembatalan itu akibat renggangnya hubungan diplomatik kedua negara.

Zainut mengatakan bahwa Syekh Essam mengunjungi kantor MUI untuk menyampaikan klarifikasi. “Yang mulia duta besar Essam menjelaskan bahwa pembatalan haji tak terkait dengan persoalan diplomasi. Hubungan Indonesia dan Saudi selama ini berjalan baik,” tutur Zainut.

Pada kesempatan itu Essam juga menjelaskan bahwa pembatalan keberangkatan tidak ada hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pengumuman apapun terkait dengan penyelenggaraan haji. Saudi saat ini belum mengirimkan undangan haji ke negara lain, termasuk Indonesia.

“Langkah Dubes sangat positif dan patut kita apresiasi. Dubes dalam kewenangannya tentu punya otoritas untuk menjelaskan informasi seputar haji, terutama dari perspektif Saudi,” kata dia.

Zainut menyebutkan, penjelasan Dubes Essam mengonfirmasi apa yang selama ini disampaikan pemerintah terkait alasan kebijakan pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun ini. Kebijakan itu didasarkan pada kajian mendalam terkait pandemi dan belum ada informasi resmi dari Saudi.

“Penjelasan Dubes semakin menjernihkan informasi. Pembatalan ini bukan masalah diplomasi, bukan masalah vaksin, dan lainnya. Ini sangat kita apresiasi,” kata Zainut.
Dia mengajak para pihak untuk tidak menjadikan masalah haji sebagai komoditas politik. Sebaliknya Zainut berharap semua pihak ikut menenangkan suasana dan menunjukkan rasa prihatin kepada JCH yang kembali belum bisa berhaji. (*)

Reporter: JP GROUP
Editor: GALIH ADI SAPUTRO