Karimun

Tes GeNose hanya Rp30 Ribu

Sekali tes genose saat nya cukup Rp30 ribu. f.tri

batampos.id – PT Kimia Farma Diagnostika salah satu penyelenggaran pelayanan pengujian GeNose C-19 telah menyeragamkan biaya pengujian GeNose C-19 di Provinsi Kepri dari Rp40 ribu menjadi Rp30 ribu yang berlaku mulai Kamis (10/6/2021) di seluruh wilayah Provinsi Kepri. Termasuk Kabupaten Karimun, yang akan berangkat keluar kota maupun masuk ke Karimun melalui pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun.

BACA JUGA: Ingat.., Tarif Tes Genose di SBP Tanjungpinang Turun Jadi  Rp 30 Ribu

” Resmi berlaku kemarin pak. Disini kita hanya melayani yang ingin GeNose C-19, sebagai salah satu syarat untuk keberangkatan,” terang koordinator GeNose C-19 pelabuhan Tanjung Balai Karimun Frangki.

Advertisement

Dikatakan, untuk pelayanan GeNose C-19 mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB yang akan berangkat. Sedangkan, pelayanan pukul 17.00 WIB keatas pelayanan penumpang yang tiba yang tidak membawa persyaratan kesehatan. Harus dilakukan GeNose C-19 di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun.

” Jamnya tetap masih. Karena, aturan yang berlaku di Karimun. Penumpang yang tiba tidak membawa persyaratan kesehatan baik itu swab antigen atau GeNose C-19. Maka, penumpang tersebut harus dilakukan GeNose C-19 disini,” ungkapnya.

Sementara itu pantauan dilapangan, calon penumpang yang akan berangkat harus melakukan tes GeNose C-19 sebagai syarat untuk keberangkatan. Sedangkan, suasana tempat tes GeNose C-19 yang difasilitasi oleh PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun menggunakan ruang koridor keberangkatan penumpang international pelabuhan Tanjung Balai Karimun sementara.

” Ah mahal masih Rp30 ribu GeNose C-19. Tambah biaya saya, ke Batam saja harus dua kali GeNose C-19,” keluh Imam warga Karimun.

Sedangkan, salah satu penanggungjawab pelayanan kapal penumpang juga mengeluhkan sepinya penumpang yang berangkat ke berbagai tujuan. Sebab, wajibkan persyaratan yang cukup memberatkan para penumpang baik itu yang berangkat maupun tiba dari luar daerah.

” Ngak tahulah kebijakan pemerintah. Kita pelaku pelayaran sangat dirugikan, penumpang sepi sedangkan kapal harus jalan. Apabila, tidak beroperasi nanti akan di cabut izinnya,” keluhnya yang enggan disebutkan namanya.(*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : tunggul