Kepri

Wan Siswandi-Rodhial Huda Bertekad Majukan Pariwisata Natuna

Bupati Natuna Wan Siswandi dan Wakil Bupati Rodhial Huda

batampos.id– Pemerintah Kabupaten Natuna di masa kepemimpinan Bupati Wan Siswandi dan Wakil Bupati Rodhial Huda bertekad untuk memajukan sektor Pariwisata. Tekad itu didukung dengan potensi pariwisata Natuna yang memiliki nilai jual tingkat lokal hingga mancanegara.

BACA JUGA: Wan Siswandi Dan Rodhial Huda Fokus Penanganan Covid-19 dan Infrastruktur Umum Kabupaten Natuna

Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda mengatakan, keyakinan majunya pariwisata Natuna bukan tanpa dasar, tapi keyakinan ini didasari oleh sebagian besar aspek penunjang utama jalannya kegiatan pariwisata yang memang sudah ada secara alamiah.

Advertisement

“Apabila dikelola dengan baik, kami yakin pariwisata Natuna bisa maju karena memang untuk menjalankan sektor pariwisata ini lebih mudah dan perlu perhatian khusus semua pihak,” kata Wabup Rodhial, belum lama ini.

Wisata snorkeling di Pulau Senoa,(f. komunitas Jelajah Bahari Natuna)

Aspek-aspek dasar yang dimaksud adalah meliputi letak geografis Natuna yang sangat mumpuni untuk mendukung jalannya kegiatan pariwisata. Natuna berbatasan langsung dengan sejumlah negara di Asia dan Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Kamboja, Thailand, Vietnam, China, Otoritas Hongkong dan Otoritas Makau.

Selain itu, posisi Natuna secara geografis berada persis di tengah jalur internasional di mana lalu litas laut dan udara sagat sibuk di sisi laut dan udaranya.Letak geografis ini memungkinkan Natuna menjadi pintu masuk untuk nasional dan sekaligus sebagai daerah transit internasional karena keberadaanya yang terdapat di salah satu jalur utama dunia.

“Ini lah bagian dari unsur dasar pengelolaan pariwisata di Natuna yang akan relatif lebih mudah dibangun jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang sudah memgalami kemajuan di sektor pariwisatar,” papar Rodhial.

Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda.

Faktor lain yang membuat Natuna memungkinkan lebih mudah dikembangkan adalah karena adanya bekal dasar yang dimiliki berupa keindahan alam yang berada di laut, pesisir laut dan di daratanya.

Natuna banyak memiliki pantai yang indah dengan pasir putihnya. Natuna juga terbukti kaya dengan kandungan sejarah yang berkenaan dengan sejarah dunia maupun nusantara. Natuna juga Natuna disebut-sebut banyak memiliki anekaragam kuliner yang khas.

Setiap pulau memiliki pantai yang cocok untuk objek wisata, begitu juga dengan kolong lautnya banyak sekali mengandung Barang Muatan Kapal Tenggelam (BKMT) mulai dari usia puluhan tahun hingga berabad-abad lamanya terpendam di dasar laut. Ditambah lagi dengan benda-benda purbakala yang tersimpan di bumi Natuna dan akan segera dikelola dan dilestarikan melalui Moseum Bahari Natuna.

“Maka dari itu kita sudah dapat menggambarkan bahwa kita memiliki tiga segmen besar kepariwisataan yang harus dikembangkan yakni wisata alam, wisata sejarah atau pendidikan dan wisata kuliner,” ujarnya.

Namun begitu Rodial menekankan agar Natuna dapat juga mengembangkan segmen pariwisata eksklusif yang berkenaan dengan hobi seperti wisata selam, mancing, sepeda dan lain sebagainya.”Wisata macam ini sangat mungkin dikembangkan karena kita juga sudah memilikinya,” ujarnya.

Pada intinya menurur Rodial pariwisata Natuna tinggal memerlukan sentuhan beberapa sarana dan prasarana yang memadai sehingga bidanb keperiwisataan dapat tumbuh lebih cepat.

Menurut Rodhial, obyek wisata menjadi laku sangat tergantung pada bagaimana daerah dan pelaku wisata menciptakan daya tarik pada obyek wisatanya. Apabila satu kawasan wisata memilki daya tarik yang tinggi, maka akan sangat gampang dipasarkan karena menjadi obyek yang laku dipasaran.

“Mengenai ongkos perjalalanan saya rasa tidak menjadi satu-satunya persoalan karena banyak obyek wisata yang ongkosnya lebih mahal dengan medan tempuh yang lebih berat tetap juga ramai dikunjungi touris seperti Raja Ampat, Provinsi Papu Barat. Padahal segmen wisatanya di sana hanya menawarkan wista alam, tapi kemasannya menarik maka orang tetap ramai ke sana meskipun perjalanannya sulit dan ongkosnya mahal,” paparnya.

Terkait dengan infrastruktur, Rodhial memastikan dukungan infrastruktur dan fasilitas umum sudah barang tentu diperlukan untuk melakukan akselerasi di bidang pariwisata.

Infrastruktur pendukung yang diperlukan berupa bandara, pelabuhan marina dan jalan. Begitu juga dengan falitas-fasilitas pendukung seperti MCK, taman, jaringan telekomunikasi dan jasa transportasi serta akomodasi lainnya.

“Bandara tetap diperlukan karena sesuai dengan masukan dari sejumlah pakar, bandara mestinya pisah dari bandara militer karena bandara militer suatu saat berkemungkinan akan dipergunakan latihan, pada saat bersamaan ada jadwal kunjungan wisatawan dan rescadule tidak mungkin dilakukan. Maka kalau ini terjadi, rencana kunjungan dapat dibatalkan ataupun tujuan kunjungannya dialihkan,” terang Rodial.

Ia mengaku, infrastruktur tersebut di atas sudah tersentuh rencana pemerintah baik pusat, Provinsi Kepri dan terutama sekali Pemkab Natuna. Pemerintah pusat telah membangun Pos Lintas Batas Antar Negara (PLBN) antara Natuna dan Malaysia. Sarana ini ditujukan selain untuk melegalkan transaksi antara penduduk kedua negara dan juga diharapkan dapat mendorong kegiatan pariwisata.

Tidak hanya PLBN pemerintah juga telah menggodok persiapan pelaksanaan rencana pembangunan Bandara Internasional Natuna, Bandara Perintis Pulau Laut, Bandara Perintis Subi, Bandara Woterbase Senoa dan Pelabuhan Samudera Teluk Buton.

“Ini semua secara otomatis akan mendukung kelancaran jalannnya pariwisata kelak. Mudah-mudahan ini dapat cepat terealisasi sehingga pariwisata kita di Natuna mengalami peningkatan yang signifikan,” harapnya.

Terakhir Rodial menekankan agar semua pihak dapat berbenah di masa pamdemi ini. Menurutnya momen pandemi ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi instansi terkait dan pelaku wisata untuk berbenah diri.

“Dan mengenai kegiatan pariwisata kita sekarang ini karena tidak ada kunjungan, maka inilah waktu yang tepat untuk kita berbenah sehingga pada masanya nanti kita siap menyongsong keadaan yang lebih baik dari sekarang,” tutupnya. (*)

Reporter: Sholeh
editor: tunggul