Ekonomi & Bisnis

Perbankan Gandeng berbagai Instansi untuk Menekan Transaksi Tunai

ILUSTRASI: Pelaku UMKM menggunakan platform digital/ smartphone untuk memasarkan pakaian muslim mereka di DC Mall, Nagoya Batam, Senin 19 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Perbankan terus menggandeng berbagai instansi untuk menekan transaksi tunai di Jatim. Percepatan digitalisasi ekonomi di Jatim terus dikembangkan.

Direktur Utama Bank Maspion Indonesia mengatakan, pihaknya memang punya target untuk mendorong digitalisasi terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jatim. Karena itu, pihaknya terus berusaha menggandeng pihak-pihak yang dekat dengan UMKM. Salah satunya, koperasi unit desa (KUD) yang biasanya menjadi penyalur modal bagi pengusaha kecil.

’’Ini juga berkaitan dengan program kami yakni membuat satu juta UMKM baru di Jatim. Karena itu kami, menggandeng Puskud (Pusat Koperasi Unit Desa) Jatim,’’ ungkapnya pasca penandatanganan kerja sama Rabu (9/6).

Advertisementjudul gambar

Herman merasa, organisasi yang menaungi 702 koperasi di berbagai pelosok Jatim itu berpotensi meningkatkan peningkatan kegiatan ekonomi digital. Dia mengaku bakal menyediakan fasilitas seperti akun virtual, perbankan via internet, bahkan Quick Response code Indonesian Standard (QRIS) untuk semua koperasi anggota Puskud dan UMKM yang dibina.

Langkah tersebut, lanjutnya, diyakini bakal membantu digitalisasi ekonomi Indonesia. Menurutnya, populasi UMKM sendiri mencapai 98,7 persen dari total badan usaha secara nasional. Sektor usaha itu menyumbang 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

BACA JUGA: UMKM Didorong Menggunakan dan Memanfaatkan Digitalisasi

’’Peran mereka diharapkan bisa meningkat menjadi 65 persen dari PDB pada 2024,’’ ungkapnya.

Direktur Bank Maspion Theresia Endah Winarni mengatakan, saat ini kinerja pembiayaan UMKM di Maspion mencapai 16 persen. Sisanya, masih pinjaman komersial untuk pelaku bisnis menengah ke atas. Meski begitu, dia mengaku bahwa kinerja pembiayaan UMKM bisa meningkat di masa depan.

Secara umum, kinerja bank yang didirikan taipan Alim Markus itu diakui masih cukup baik selama pandemi. Tahun lalu, kinerja mereka meningkat 25 persen. Tahun ini, proyeksi pertumbuhan perbankan masih mencapai 20 persen. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung