Metropolis

Belum Ada Rencana Belajar Tatap Muka di Sekolah

batampos.id – Kegiatan belajar daring atau online di Kota Batam untuk jenjang SD dan SMP, masih akan berlanjut hingga waktu yang belum ditentukan. Meskipun Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri akan membuka belajar tatap muka di sekolah pada Juli mendatang, namun Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum berencana menggelar sistem belajar serupa di kota ini.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, hingga kini belum ada perubahan terkait sistem pembelajaran yang diterapkan di Batam karena pandemi Covid-19.

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Guru SDN 006 Batam Kota mengajar di depan kelas saat belajar tatap muka, Senin (22/3) lalu. Seiring kenaikan kasus Covid-19, Pemko Batam kembali memutuskan belajar online sampai waktu yang belum ditentukan.

”Kami masih konsisten untuk belajar daring yang diterapkan, karena kasus kita belum juga melandai. Setiap hari penyebaran masih di atas angka 50 orang yang terpapar virus Covid-19 ini,” kata Amsakar, Minggu (13/6/2021).

Advertisementjudul gambar

Ia menegaskan, seluruh satuan pendidikan yang ada di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam wajib mematuhi aturan atau surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Batam. Keputusan belajar daring diambil untuk menjaga anak-anak atau peserta didik agar tetap aman dan tidak terpapar virus asal Wuhan tersebut.

”Sejauh ini mulai dari TK, SD dan SMP baik negeri maupun swasta tidak ada yang menggelar belajar tatap muka, karena sudah kesepakatan bersama,” ujarnya.

Mengenai jenjang pendidikan SMA sederajat, Amsakar mengatakan, saat ini berada di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Kendati demikian, melihat perkembangan kasus yang masih terus berlanjut, ia berharap untuk sekolah yang berada di Batam bisa seragam dalam menyelenggarakan sistem pendidikan.

”Kalau keinginan kami sudah pasti online atau belajar di rumah saja, karena kami tidak mau ada pelajar yang terpapar Covid-19. Sebab, meskipun berada di bawah naungan provinsi, jika ditemukan kasus positif yang turun nanti tim kesehatan Batam juga,” bebernya.

Saat ini, lanjutnya, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Batam masih terus menuntaskan dan berupaya mengendalikan penyebaran, termasuk menutup sekolah. Untuk itu, dengan sekolah daring ini diharapkan Batam bisa menekan penyebaran kasus, terutama di lingkungan pendidikan.

”PPBD sudah online juga, kami berharap sampai proses ini selesai tidak ada orangtua yang mendatangi sekolah, sehingga menimbulkan keramaian. Disdik saya rasa juga sudah berupaya menyelenggarakan PPDB sebaik mungkin,” terangnya.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, hampir semua kecamatan berada dalam zona merah, untuk itu, tidak memungkinkan digelar pembelajaran tatap muka. Pihaknya sementara ini masih mengacu pada surat edaran Wali Kota Batam terkait pembelajaran di masa pandemi.

”Kalau untuk tingkat SD dan SMP sudah pasti daring, kalau yang SMA itu bukan kewenangan kami, sebab ada di provinsi,” sebutnya. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA
Editor : RATNA IRTATIK