Covid-19

Covid-19 Masih Tinggi, Pimpinan DPR Sufmi Dasco Minta Pembukaan Sekolah Ditunda

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (F. DPR)

batampos.id – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menilai perlu adanya langkah-langkah taktis dari pemerintah terkait lonjakan kasus Covid-19 di beberapa daerah. Langkah taktis tersebut diperlukan agar tidak terjadi peningkatan yang signifikan di sejumlah daerah.

Sebelum tingginya merata kami meminta pemerintah mengambil langkah-langkah taktis supaya Covid-19 bisa dihambat lonjakannya,” ujar Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/6).

Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini juga meminta pemerintah untuk menunda pembukaan sekolah pada bulan Juli 2021 mendatang. Hal ini lantaran masih tingginya angka penularan Covid-19.

“Kemudian mungkin ada beberapa hal rencana yang perlu dievaluasi pemerintah, mungkin ditunda sedikit antara lain soal kehadiran dalam anak sekolah,” katanya.

Advertisementjudul gambar

Menurut Dasco, penundaan pembukaan sekolah menjadi solusi untuk saat ini terkait penularan Covid-19 yang tinggi. Sehingga angka penularan Covid-19 di dalam negeri bisa ditekan oleh pemerintah.

“Mungkin ditunda dua bulan, tiga bulan pelaksanaan sambil menunggu situasi Covid-19 yang mudah-mudahan bisa diatasi,” tambahnya.

Sebanyak 22 provinsi ini kasus aktif merangkak naik dalam sepekan terakhir. “Jadi angka ini kita gunakan sebagai alarm atau lampu kuning bagi setiap daerah untuk menjadi perhatian bagi pemimpin daerah untuk bersiap jika terjadi kenaikan kasus lebih lanjut,” kata Dewi dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Senin (14/6).

Adapun ke-22 provinsi yang mengalami kenaikan kasus aktif tersebut antara lain, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Riau. Kemudian DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Secara kumulatif, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 1.919.547 orang Indonesia, kini masih terdapat 115.197 kasus aktif, 1.751.234 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 53.116 jiwa meninggal dunia. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim