Covid-19

Jenis Vaksin Program Pemerintah Boleh Untuk Vaksinasi Gotong Royong

Petugas menunjukan vaskin sinovac sebelum melakukan vaksinasi covid-19 tahap I di Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos.id – Kementerian Kesehatan memperbarui aturan mengenai pelaksanaan vaksinasi nasional dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. Aturan tersebut mengizinkan vaksin Covid-19 program pemerintah boleh dipakai untuk program vaksinasi gotong royong. Selama ini vaksinasi program pemerintah yang digunakan adalah Sinovac, Sinopharm, dan juga AstraZeneca.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2021 yang disahkan oleh Menteri Kesehatan pada tanggal 28 Mei 2021, menggantikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 dengan sejumlah perubahan menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini. Dalam PMK yang baru, Kementerian Kesehatan mengizinkan penggunaan jenis vaksin Covid-19 yang sama antara program vaksinasi pemerintah dengan vaksinasi Gotong Royong.

“Dengan ketentuan bahwa jenis vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Program yang diperoleh dari hibah, sumbangan, ataupun pemberian baik dari masyarakat maupun negara lain,” tegas pernyataan resmi Kemenkes, Selasa (15/6).

Vaksin Covid-19 yang dimaksud tersebut juga tidak boleh diperjualbelikan dan harus diberikan tanda khusus yang bisa dikenali secara kasat mata. Dalam PMK yang baru ini juga mengatur mengenai penanganan Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi Covid-19 yang membutuhkan pengobatan dan perawatan di faskes sesuai dengan indikasi medis dan protokol pengobatan.

Advertisementjudul gambar

Pelayanan kesehatan yang akan diberikan setara dengan kelas III program Jaminan Kesehatan Nasional atau diatas kelas III atas keinginan sendiri dengan selisih biaya ditanggung oleh yang bersangkutan. Diharapkan dengan aturan ini bisa menggenjot angka cakupan vaksinasi.

“Pembaruan ketentuan ini, merupakan upaya Kementerian Kesehatan sebagai penyelenggara program vaksinasi nasional untuk mempercepat kegiatan vaksinasi dalam rangka mencapai kekebalan kelompok dengan terus memerhatikan kebutuhan vaksinasi Covid-19 di Indonesia,” tegas Kemenkes. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim