Sport

Kalah Angka, Dua Petinju Kepri Gagal Masuk Tim Inti SEA Games

Tim merah pelatnas tinju bersama pelatih kepala Erzon bin Sarudin yang berlatih di Batam selama dua bulan. (F. Pertina)

batampos.id – Tim tinju Kepri telah melakukan latih tanding dengan tim tinju Bandar Lampung. Latih tanding ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON Papua.

“Kebetulan kehadiran tim tinju Kepri bersambut dengan keinginan tim tinju Bandar Lampung, yang memang sengaja ingin sparring dengan petinju daerah lain, ” kata pelatih tinju Kepri Rionando.

Tim tinju Kepri terdiri dari lima atlet yang akan berlaga di PON di tambah dengan dua atlet junior dan youth. Lima atlet tinju Kepri adalah Fransiskus Fredy Simamora (46 kg), Zeelouis bangun (64 kg), Bintang Aries Tanto Pardede (75 kg), Karmelia Saluluni (45 kg), dan Shanny Marcelia Pardede.

Di kelas youth, tim tinju Kepri membawa Faiz Wira Catias (49-52 kg) dan Vergino Samuel (56-60 kg) di kelas junior. “Semua atlet tinju Kepri berhasil menjalani latih tanding dengan baik,” tutur Rionando.

Selain latih tanding, tim tinju Kepri juga menyaksikan secara langsung seleknas tim inti tinju SEA Games XXI Vietnam, yang akan digelar November mendatang.

BACA JUGA: Tim Tinju Kepri Jalani Try Out ke Jakarta

Dua atlet tinju Kepri Rido Sesarius Butar Butar (81 Kg), dan Sandyarto Deno Feroza (91 Kg) mengikuti jalannya seleksi. Dua petinju Kepri ini juga akan berlaga dalam PON Papua nanti.

Kejutan, satu atlet tinju Kepri, Fransiskus Fredy Simamora (46 kg) masuk dalam partai tambahan seleknas pelatnas tinju. Dalam partai tambahan itu Fredy melawan petinju yang kelasnya berada di atasnya (49 kg, red).

“Pertandingan berjalan dengan ketat, tapi Fredy harus mengakui keunggulan lawannya. meski berbeda kelas dan bobot berat badannya, Fredy mampu mengimbangi dan tampil makssimal,” puji Rionando.

Sayang dua atlet tinju Kepri yang masuk dalam pelatnas gagal mempersembahkan hasil terbainya dalam seleknas pelatnas tinju ini. Tergabung dalam tim merah, dua petinju Kepri kalah angka atas lawan-lawannya.

“Rido harus mengakui keunggulan lawannya, kalah angka dari petinju Jawa Barat Bram Betahupum. Bram memang lebih diunggulkan karena pengalaman yang dimilikinya dari beberapa kali keikutserataan dalam SEA Games,” bebernya.

Meski demikian, mengalahkan Rido bukan hal yang mudah. Rionando menjelaskan jika Rido mampu meladeni Bram di atas ring.

Sedang Sandyarto Deno Feroza (91 Kg) juga dipaksa mengakui kalah angka atas petinju DKI Jakarta Hasmar Lubis. Meski demikian Rionando mengatakan sebenarnya Sandy lebih unggul dari lawannya.

“Entah mengapa justru malah Hasmar yang dimenangkan. Terkait hal ini, Kepri mengajukan protes keras pada Ketua PP Pertina,” tegas Rionando.

Meski demikian, kekalahan Sandy menjadi hal yang menguntungkan bagi tim tinju Kepri. “Sandy juga tergabung dalam kontingen Kepri dari cabor tinju,” kata Rionando.

“Kekalahan ini membuat Sandy akan lebih fokus berlatih dan mempersembahkan yang terbaik bagi Kepri. Setelah ini tim PON Kepri akan segera berlatih dan menjalani sejumlah try out di luar negeri,” janjinya. “Tetapi dengan catatan dana untuk persiapan PON cukup dan pandemi sudah mulai menurun,” tutup Rionando. (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo