Bintan-Pinang

24 Kasus dalam 8 Rumah di Kampung Wakatobi, Kawal, Bintan Terpapar Covid-19,  Apri: Harus Ada Upaya Konkrit Keluar dari Zona Merah

Bupati Bintan, Apri Sujadi meninjau posko PPKM berskala mikro di Kampung Wakatobi, Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan terpapar covid-19. F.Diskominfo Bintan

batampos.id- Sebanyak 24 kasus dalam 8 rumah di Kampung Wakatobi, Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan terpapar covid-19. Mendengar hal ini, Bupati Bintan, Apri Sujadi langsung turun untuk meninjau pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sana, Selasa (22/6).

BACA JUGA: Bupati Apri: Bintan Zona Merah Covid, Minta Pelaksanaan Vaksinasi Dikebut

“Mau tidak mau harus ada upaya konkrit khususnya di level RT/RW,” pinta Apri terkait kondisi di Kampung Wakatobi, Kawal. Apri mengatakan, status Bintan sudah zona merah. Karena itu, PPKM berbasis mikro hingga ke level RT/RW tersebut harus dilakukan.

Advertisementjudul gambar

“Saya akan rutin turun langsung untuk melihat posko-posko PPKM hingga level RT/RW,” janjinya. Menurutnya, PPKM sebagai salah satu langkah dalam rangka pengendalian penyebaran covid-19 saat ini.

Bahkan, Apri sudah membuat surat edaran terkait kondisi Bintan terbaru yang masuk wilayah zona merah. “Harus ada upaya konkrit agar keluar dari zona merah hingga ke level RT/RW,” pintanya.

Ia juga berpesan kepada jajaran setingkat RT/RW untuk bersinergi dengan pemerintahan. Salah satunya apabila ada kasus minimal 6 rumah dalam satu RT di kampung tersebut yang sudah terkonfirmasi positif covid 19, Apri meminta agar segera berkoordinasi dengan pemerintah.

“Kondisi seperti ini sudah tergolong kasus yang harus diwaspadai di lokasi tersebut,” ujarnya. Dia juga meminta kegiatan kemasyarakatan yang sifatnya kumpul-kumpul seperti pesta hendaknya dapat ditunda terlebih dahulu selagi Bintan berada dalam zona merah.

Terkait warga yang terkena kasus positif isolasi mandiri, ia juga meminta agar peran RT/RW agar dapat berkoordinasi dengan pemerintahan daerah setempat. “Harus koordinasi misalnya dalam penanganan kebutuhan kecukupan sembako sehingga warga tersebut tidak perlu lagi  keluar rumah ” ujarnya.

Apri juga meminta perhatian dan koordinasi RT/RW bersama perangkat daerah untuk ikut mengedukasi dan mensosialisasikan ke masyarakat atas pentingnya protokol kesehatan. “Prokes penting dijalankan dan kita harus bersama-sama berkomitmen supaya Kabupaten Bintan tidak berada lama dalam status zona merah,” ajaknya. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul