Lifestyle

Pakai Mahkota dan Batik Bertabur Swarovski, Wagub Kepri Jadi Model Fashion Show Althafunissa

Wakil Gubernur Kepri, Marlina Agustina Rudi saat tampil sebagai model Women in The World 2021 Althafunissa by Karina di Harbour Bay, Minggu (27/6/2021). (F Immanuel Sebayang/Batam Pos)

batampos.id – Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina Rudi menjadi model fashion show brand Althafunissa by Karina di Virtual Fashion Show and Private Gathering Women in The World 2021, Minggu (27/6/2021). Althafunissa sendiri merupakan brand busana muslim dari Batam yang kini merambah trend fesyen nasional.

BACA JUGA:
Karina Tampilkan Busana Kepulauan Women in The World 2021 Lewat Brand Althafunissa Kolaborasi Bersama Adik dan Sahabat

Melenggang di atas catwalk, Marlin mengenakan busana archipelago berbahan dasar hitam dengan printing besar batik ikan marlin di bagian depan. Gaun panjang tersebut makin elegan dan glamour dengan tampilan ala rompi satin dengan payet swarovski di bagian pergelangan lengan.

Ketua tim penggerak PKK Kepri itu tampak nyaman memakai busana buatan Karina tersebut. Makin cantik saat ia mengenakan tiara hitam isa berpadu mutiara dan swarovski yang disusun secara apik sebagai bagian dari koleksi Althafunissa juga.

“Karina sangat luar biasa. Saya gugup saat diminta jadi modelnya. Baru kali ini didandan jadi peragawati dengan baju batik motif Batam dan mahkota isa,” ungkap Marlin.

Saat berlenggak-lenggok itu, sejenak mata sang suami, yang juga Wali Kota Batam Rudi terarah ke sang istri. Dia tampak tersenyum saat Marlin berdiri dan bergaya di hadapannya. Setelahnya, Rudi langsung melanjutkan makan siangnya didampingi Komandan Lantamal IV Batam.

Kepada koran ini, Marlin menyebutkan, Karina merupakan sosok perempuan yang inovatif dan inspiratif. “Perempuan itu punya kekuatan. Apa yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas, akhirnya jawabannya ada juga seperti peluncuran fashion show Women in The World 2021 Althafunissa by Karina ini,” jelas Marlin.

Dia menyebutkan, perempuan Indonesia punya tantangan dalam keikutsertaannya memberi kontribusi yang nyata dalam membangun pondasi perekonomian negara dan rumah tangga. “Perempuan harus diberi ruang luas untuk berkembang. Baik secara sosial dan ekonomi. Perempuan jangan hanya sekedar objek tapi juga subjek dalam berbagai hal, khususnya dalam mengembangkan bakat dan minat, salah satunya di bidang fesyen ini sendiri,” ungkapnya.

Marlin menyambut gembira, berkembangnya industri fesyen muslimah saat ini membawa angin segar bagi perekonomian kawasan. “Pelaku fesyen harus mampu berinovasi, seperti mbak Karina ini. Lewat ini, saya juga berharap munculnya unicorn moslems fashion di Indonesia dan Batam progresnya sangat luar biasa untuk ini. Saya support penuh. Baik fesyen maupun industri UMKM lainnya di Batam dan Kepri saya pasti dukung, yang penting untuk memperbaiki perekonomian keluarga, nasional, dan berdampak bagi yang lain serta berdampak bagi pembangunan nasional,” ungkapnya.

Hadirnya busana dengan bahan dasar kain batik Batam dan tenun khas Pulau Ngenang ini juga turut menjadi perhatian Marlin. “Apa yang saya bangun dengan mengunjungi berbagai kecamatan-kecamatan di Batam sebelumnya, mengajak warga masyarakat berinovasi dengan memanfaatkan ciri khas kepulauan kita, kini mulai berbuah manis. Batik ikan marlin sudah dipatenkan menjadi batik khas Batam dan sudah mulai dikenal secara nasional. Demikian juga nanti kain tenun, kita berusaha,” ungkapnya.

Sementara itu, Karina, pemilik label Althafunissa menyebutkan, memilih Marlin sebagai salah satu model fashion shownya karena ia merupakan bagian dari binaan Dekranasda Batam, dimana Marlin sebagai pemimpinnya. “Ibu Wagub itu tokoh wanita yang saya kagumi. Yang telah memberikan dampak bagi karir fesyen saya selain pekerjaan utama sebagai notaris. Beliau sangat menginspirasi bagiku, apalagi baru saja menerima penghargaan Women Inspiratif Asia 2021 dari Seven Media Awards di Bali baru-baru ini. Jadi ini sebagai sebuah kehormatan,” ungkap Karina.

Selain Marlin Agustina Rudi, turut menjadi model Althafunissa yakni Ketua Piswan Batam, Ketua Persit Batam, Iwaba, dan para Kartini Kepri lainnya. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung