Bintan-Pinang

Polisi Tangkap Tiga Warga Bintan, Diduga Pengurus Penyelundupan Calon TKI ke Malaysia

Para calon TKI yang diamankan di Tanjunguban, usai diserahkan ke Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Rabu (7/7). F.Polres Bintan

batampos.id – Polisi menangkap tiga orang pelaku diduga sebagai pengurus yang akan memberangkatkan 23 calon TKI secara ilegal ke Malaysia. Ketiganya merupakan warga Bintan, masing-masing inisial Fds, Zmrn, dan Strsn.

BACA JUGA: Susah Cari Kerja di Masa Pandemi, Puluhan Calon TKI Nekat Mengadu Nasib ke Malaysia

Seperti diketahui, 23 calon TKI ilegal asal Lombok, NTB dan 1 diantaranya asal Kupang, NTT, diamankan di sebuah rumah penampungan yang berada di Kampung Jeruk, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Selasa (6/7) malam.

Kemudian mereka diserahkan ke Mapolres Bintan, Rabu (7/7) dan usai menjalani tes rapid antigen, 5 orang antara lain dinyatakan positif covid-19. Kapolres Bintan AKBP Bambamg Sugihartono mengatakan, usai dilakukan pengembangan, polisi menangkap tiga orang warga Bintan yang diduga terlibat dalam rencana penyeludupan calon TKI ke Malaysia.

Ketiganya, menurut Bambang, memiliki peran masing-masing dalam rencana tindak kriminal ini. Pelaku dengan inisial Fds, dijelaskannya, memiliki peran mengurus keberangkatan calon TKI ke Malaysia melalui pelabuhan rakyat di Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam.

“Pelaku Fds pengurus, dia yang ada hubungan dengan calon TKI yang akan diberangkatkan,” ujarnya. Sedangkan pelaku Zmrn, lanjutnya, orang yang berperan untuk memuluskan perjalanan calon TKI ilegal ke Malaysia.

“Sementara satu orang lagi pelaku inisial Strsn yang kita tangkap juga, perannya masih didalami. Strsn masih dalam pemeriksaan,” ujarnya. Sejauh ini, Bambamg mengungkapkan, untuk ke Malaysia, calon TKI ilegal membayar Rp 3 sampai dengan Rp 9 juta per orang.

“Ditambah lagi setiap orang dipungut Rp 500bl ribu untuk uang pantai yang digunakan untuk menyeberang ke Malaysia,” katanya. Selain menangkap tiga orang diduga pengurus, polisi juga mengamankan 2 unit kendaraan mobil yaitu mobil Box dan mobil Toyota Avanza.

“Kendaraan operasional mereka yang digunakan pelaku sebagai alat mengangkut calon TKI ilegal,” ujarnya. Kepada tiga pelaku, Bambang mengatakan, masih dilakukan proses penyidikan. “Mereka bertiga sesuai UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia terancam pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 15 miliar,” tegasnya.

Untuk calon TKI ilegal yang diamankan, dia mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BP2MI Tanjungpinang. “Sudah diswab para calon TKI tersebut, hasilnya 5 orang positif covid-19,” ujarnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, katanya, akan dilakukan penanganan di selter BP2MI Tanjungpinang dan RPTC Kemensos di Senggarang Tanjungpinang.

Bambang mengimbau masyatakat yang akan ke luar negeri maupun mau masuk kembali ke Indonesia menggunakan jalur-jalur yang telah ditetapkan pemerintah, karena sudah ada satgas khusus penanganan TKI sehingga saat masuk ke Indonesia dapat terpantau kesehatan dengan dilakukan swab maupun karantina para PMI sehingga terhindar dari Covid-19.

Terkait jalur-jalur tidak resmi khususnya di Bintan, tetap katanya, akan ditingkatkan pengawasan dan menjadi target operasi kepolisian dan akan diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Dia juga mengimbau ke masyaraka apabila mengetahui informasi adanya TKI ilegal masuk melalui jalur-jalur tidak resmi khususnya di Bintan dapat melaporkan pada Bhabinkamtibmas ataupun Call Center 110 Polres Bintan.

“Call center kita 24 jam nonstop dan akan segera dilakukan tindakan kepolisian, guna dilakukan penanganan sesuai hukum serta mengantisipasi penyebaran covid-19,” imbuhnya. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul