Bintan-Pinang

Ada Dapur Umum Sediakan Makanan Khusus Pasien Covid yang Isolasi Mandiri 

Pemasangan tenda dapur umum di lapangan parkir salah satu kedai kopi di Jalan Ahmad Yani, Senin (12/7).F. Peri Irawan

batampos.id – Aksi sosial penduli covid-19 di Tanjungpinang mendirikan dapur umum dan untuk membagikan makanan bagi pasien terpapar yang sedang menjalani isolasi mandiri. Ketua aksi sosial peduli covid-19 Tanjungpinang, Isnaini Bayu Wibowo menjelaskan, ide aksi sosial itu berasal dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) bersama sejumlah elemen masyarakat, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nahdlatul Ulama(NU), Banser, Karang Taruma Provinsi, Komunitas Kedai Kopi hingga pengusaha, membuat aksi sosial untuk warga terpapar covid yang menjalani isolasi mandiri.

BACA JUGA: Kemenkes Diminta Perlu Susun Panduan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

“Aksi ini kita akan memberi makanana untuk pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri,” kata Bowo, sapaan Isnaini Bayu Wibowo,  Senin (12/7). Di dapur umum itu kata Bowo, pihaknya terlibat akan memasak dan mengantar makanan langsung ke rumah orang yang menjalani isolasi mandiri.

Advertisementjudul gambar

“Kita mulai Selasa (13/7), silakah hubungi call center kita dan akan discreening berapa orang dalam satu rumah kita akan antarkan dua kali dalam satu hari,” ujarnya. Aksi sosial itu direncanakan akan berlangsung hingga 20 Juli 2021 mendatang kemudian akan dievaluasi apakah bermanfaat atau tidak.

Bagi masyarakat yang ingin mendonasi bisa menghubungi petugas pada nomor 082288645040. “Untuk sementara khusus untuk yang isolasi mandiri,” sebutnya.

Saat ini kata Bowo pihaknya sudah menerima data sebanyak 170 pasien, makanan akan diantar pada pukul 11.00 WIB dan 17.00 WIB. Tidak hanya itu pihaknya juga mengusahakan untuk bekerja sama dengan pihak lain untuk mendapatkan vitamin.

“Sementara hanya makanan,  karena yang isolasi mandiri butuh makanan,”sebutnya.

Sementara itu Kajari Kota Tanjungpinang, Joko Yuhono menjelaskan ide itu muncul atas dasar kebersamaan yang muncul dari sejumlah elemen masyarakat termasuk pengusaha, Banser,  Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat).

“Kita mencoba membantu masyarakat yang terpapar. Ide dasarnya adalah kita ingin bangun kebersamaan dalam menghadapi bencana covid-1 di Tanjungpinang,” ucapnya.

Kata Joko,  pasien isolasi mandiri itu tidak akan bisa pergi beli makan dan akan berbahaya jika keluar rumah mencari makan.  “Jika satu keluarga itu ada lima orang atau tujuh orang,  semmuanya kita kasih makanan diantar oleh relawan,  tagana,  perpat, banser dan lainnya,”tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul