Bintan-Pinang

Tidak Ada Keperluan Darurat ke Tanjungpinang, Warga Bintan Diputar Balik

Kendaraan dari Bintan yang hendak masuk ke Tanjungpinang diputar balik di pos penyekatan Km 14 arah Kijang, Bintan, Senin (12/7). F.Slamet Nofasusanto

batampos.id – Puluhan kendaraan dari Bintan yang hendak masuk ke Tanjungpinang diputar balik ke tempat asal, oleh petugas gabungan di posko penyekatan di Km 14 arah Kijang, Bintan, Senin (12/7/2021).

Pasalnya, mereka tidak bisa menunjukkan surat vaksin atau surat keterangan negatif rapid test antigen menyusul diterapkannya Kota Tanjungpinang dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

BACA JUGA: Tekan Mobilitas Warga, Tiga Jalur Jalan di Bintan Timur Disekat

Advertisementjudul gambar

Seorang warga Bintan, Alex mengatakan, dirinya sudah menunjukkan surat vaksin namun karena tidak memiliki keperluan darurat ke Tanjungpinang, sehingga diminta memutar arah. “Belum bisa masuk ke Tanjungpinang karena keperluan saya katanya tidak darurat,” kata pria yang mengendarai sepeda motor ini.

Perwira pengendali di posko penyekatan Km 14 arah Kijang, Iptu Raisa Prilia Savitri mengatakan, sudah puluhan kendaraan diputar balik karena tidak masuk dalam sektor essensial dan kritikal yang dibolehkan masuk sesuai ketetapan pemerintah terkait penerapan PPKM Darurat di Kota Tanjungpinang.

Dia mengatakan, masyarakat yang memiliki kepentingan darurat misalkan sedang sakit dan segera membutuhkan pengobatan baru dibolehkan masuk ke Tanjungpinang. “Kalau belanja yang tidak penting, kita putar balik,” ujarnya.

Bukan hanya di jalur Km 14 arah Kijang, penyekatan jalur jalan juga dilakukan di perbatasan Bintan dan Tanjungpinang Km 16 Toapaya, Bintan.

Seorang warga Tanjungpinang, Harun mengatakan, dirinya baru pulang kerja dari Gunung Kijang, Bintan dan akan pulang ke rumahnya di Bintan Centre Tanjungpinang. Karena tidak bisa menunjukkan surat sudah vaksin, dia akhirnya diarahkan menjalani rapid test antigen di tempat.

“Alhamdulillah hasilnya negatif,” katanya. Ketika disinggung belum divaksin, dia mengatakan, karena ada penyakit jantung sehingga tidak divaksin. “Tidak bisa divaksin,” ujarnya.

Sementara pencari suaka yang tinggal di penampungan sementara Hotel Bhadra, Bintan, Hamid juga harus menjalani rapid test antigen di tempat.

Soalnya, dia yang baru dari Tanjungpinang dan akan kembali ke tempat penampungan sementara di Hotel Bhadra, Bintan ini tidak bisa menunjukkan bukti sudah divaksin. “Baru selesai berobat di Kimia Farma Tanjungpinang, mau kembali ke penampungan di Bintan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bintan AKP Monang P Silalahi mengatakan, Kabupaten Bintan masuk dalam PPKM Mikro sehingga pihaknya melakukan penyekatan di dua titik jalan utama yakni di Pos Lantas Km 16 Toapaya dan Pos Lantas Bulang Linggi, Tanjunguban.

Selain di dua lokasi itu, dia mengatakan, beberapa ruas jalan yang ramai seperti di Tanjunguban dan Kijang dilakukan juga penyekatan. “Ya beberapa ruas jalan yang ramai disekat juga untuk mengantisipasi tidak ada keramaian di titik-titik tertentu,” ujarnya.

Kemudian, masih katanya, tempat-tempat perbelanjaan dan restoran di Bintan pun dibatasi. “Sudah dibatasi pengunjungnya sebanyak 25 persen sesuai Instruksi mendagri nomor 17/2021,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat mengurangi mobilitas selama pelaksanaan PPKM Mikro sehingga diharapkan dapat menekan laju penyebaran covid-19 di Bintan. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul