Bintan-Pinang

Calon Penumpang Hendak Nyebrang ke Batam Wajib Tunjuk Surat Vaksin dan Rapid Test Antigen

Petugas satgas mengecek surat pemeriksaan hasil rapid test calon penumpang yang hendak menyeberang ke Batam di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Selasa (13/7) petang. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id- Pengawas Kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjungpinang di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Asep Supriyadi mengatakan, calon penumpang yang hendak menyeberang ke Batam harus melengkapi surat vaksin dan surat hasil rapid test antigen dengan keterangan negatif. Ketentuan ini menurutnya, sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor 539.

BACA JUGA: PPKM Mikro Sangat Memberatkan Pedagang, Omset Berkurang Jauh sejak Pembatasan Jam Malam

“Sudah berlaku sejak Senin, 12 Juli. Jadi calon penumpang harus menunjukkan surat sudah divaksin dan melengkapi surat keterangan rapid test antigen dengan hasil negatif karena genose tidak berlaku lagi,” ujarnya.

Advertisementjudul gambar

Jika belum divaksin, Asep menjelaskan, calon penumpang yang hendak menyeberang ke Batam hendaknya menunjukkan surat keterangan yang menyatakan belum bisa divaksin karena penyakit tertentu. “Surat harus dikeluarkan dokter,” ujarnya.

Bukan hanya surat keterangan dari dokter, lanjutnya, calon penumpang tetap harus menunjukkan juga surat keterangan negatif hasil rapid test antigen. “Tetap harus menunjukkam surat keterangan rapid test antigen dengan hasil negatif juga,” ujarnya.

Sejak diberlakukanya aturan ini, Asep mengatakan, pada Senin (12/7) terdapat lima orang yang hasil rapid test antigennya positif. Sedangkan pada Selasa (13/7), dia mengatakan, sejauh ini terdapat enam orang yang hasil rapid test positif.

Calon penumpang yang positif berdasarkan hasil rapid test antigen, katanya, langsung dibawa ke tempat karantina/isolasi mandiri terpadu yang berada di Kawal, Bintan.

“Selain itu, temuan kasus yang positif kita laporkan ke dinas kabupaten, nanti mereka yang menindaklanjuti untuk dilakukan tracing,” ujarnya. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul