Home

Melihat Upaya Batam untuk Terlepas Dari Belenggu Covid-19

Tidak ada kata menyebewrah bagi Pemko Batam bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menekan atau memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Batam.

***

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meresmikan posko PPKM beberapa waktu lalu

“Harus upaya apalagi yang harus dilakukan, agar virus Covid-19 ini bisa segera enyah dari Batam. Berbagai upaya sudah dilakukan tapi kasus tidak turun juga,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad usai meninjau Asrama Haji Batam beberapa waktu lalu.

Advertisementjudul gambar

Ia menceritakan perilaku masyarakat berubah drastis ketika Batam berhasil menekan angka kasus Juni 2020 lalu. Sambil menarik nafas panjang, dia mencoba menarik ingatannya mundur ke waktu pertama kali kasus ditemukan.

Waktu itu kasus hanya satu, tapi ketakutan dan kekhawatiran masyarakat Batam begitu terlihat. Tanpa ada aba-aba resmi untuk menggunakan masker, mencuci tangan, mengurangi kerumunan atau yang dikenal dengan 3M, dan sekarang sudah menjadi 5M, masyarakat tiba-tiba patuh atas imbauan pemerintah.

”Masih ingat sekali saya, waktu itu Pak Rudi mengumumkan langsung informasi kasus pertama bagi kita yang tinggal di Batam. Dengan sendirinya mereka langsung pakai masker, dan cukup khawatir dengan wabah ini,” beber pria yang mengenakan kemeja putih ini.

Pemko Batam lanjutnya langsung mengambil tindakan cepat, agar kasus yang satu ini tidak mengalami pertumbuhan. Warga langsung diminta menggunakan masker dan lainnya untuk mencegah wabah ini meluas. Kendati waktu itu masih banyak warga Batam yang melakukan perjalanan, sehingga terpapar di luar dan ketika kembali ke Batam menjadi carrier bagi keluarga, dan lainnya. Sehingga Wabah ini makin meluas.

Langkah lain yang dilakukan saat ini adalah membatasi kegiatan masyarakat. Dengan sendirinya pelaku usaha patuh, dan membatasi aktivitas mereka, walaupun waktu itu mereka terpaksa merumahkan karyawan mereka, karena menurunnya daya beli. Tidak sedikit juga yang menutup lapak usaha dan beralih ke penjualan online, agar tetap bisa bertahan.

Berdasarkan data terakhir, jumlah perusahaan yang melaporkan ke Disnaker terkait pengurangan karyawan sebanyak 330 perusahaan, dengan total karyawan mencapai 15.360 orang. Ada 814 pekerja yang di-PHK dengan alasan pandemi. Sebanyak 12 perusahaan dari berbagai sektor menutup operasional mereka, dan mayoritas yang bergerak di sektor pariwisata seperti perhotelan. Sedangkan tahun ini terdapat 12 perusahaan yang mengakhiri masa aktif mereka.

“Bahkan menurut data Disnaker jumlah pegawai perusahaan yang terdampak mencapai ribuan. Sektor pariwisata bahkan terjun bebas akibat Covid-19. Segitu dahsyatnya dampak bagi Batam waktu itu,” ceritanya pria berkacamata ini.

Penindakan pelanggar Protkes

Pelabuhan internasional yang biasa dilalui ribuan wisatawan asal Malaysia dan Singapura setiap akhir pekan tiba-tiba seperti gedung yang tidak berpenghuni. Perlahan para tenan mulai memilih menghentikan usaha mereka di pelabuhan, sambil menunggu kondisi pulih, dan wisman kembali masuk ke Batam.

Begitu besar kerugian yang sudah muncul akibat wabah ini. Pengerjaan proyek yang direncanakan juga tidak berjalan lancar. Beberapa harus ditunda, dan refocusing anggaran harus dilakukan untuk menangani kasus yang tiada berhenti setahun empat bulan belakangan ini.

“Juni tahun lalu kita berhasil. Kalau tidak salah waktu itu kasus hanya menyisakan 23 orang. Maka kami mengambil kebijakan untuk menerapkan new normal. Namun masyarakat salah kaprah. New normal diartikan sudah tidak pakai masker, tidak jaga jarak, sehingga kasus kembali meledak di Desember 2020. Berbagai aktivitas kembali dihentikan guna menekan penyebaran,” ucapnya sambil sesekali menyeruput kopi yang mulai dingin di depan meja kerjanya

Kasus Tinggi, Penindakan Dipertegas
Melihat kasus yang tidak berhenti, Pemerintah Kota Batam akhirnya kembali menegakkan aturan Wali Kota Batam bagi warga yang melanggar. Tim Satgas Penindakan Pelanggar Protokol Covid-19 bahkan harus turun setiap pagi, siang, hingga malam untuk menertibkan kasus Covid-19 Batam.

Ratusan warga ditindak dan disanksi karena melanggar protokol kesehatan. Mereka diminta untuk menandatangani surat teguran, hingga melakukan kerja sosial. Kendati hal ini tidak juga memberikan efek jera bagi pelanggar.

Bahkan, beberapa bulan ini angka kasus makin tinggi. Dalam satu hari kasus positif mencapai 400 lebih, dengan 50 persen merupakan kasus bergejala. Sehingga hal ini membuat ruang perawatan pasien Covid-19 penuh. Bahkan Pemerintah harus meminta rumah sakit menambah kapasitas perawatan khusus Covid-19 dari 30 menjadi 40 persen.

Akibat meningkatnya angka kasus dan keterisian ruang perawatan rumah sakit. Kota Batam diinstruksikan untuk dilaksanakan PPKM Mikro oleh pemerintah pusat. Berbagai kegiatan dibatasi, dan aktivitas yang mengumpulkan orang banyak serta kegiatan keagamaan ditiadakan. Hal ini guna menekan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Batam.

Data terakhir angka kasus di Batam mecapai 17.704 kasus, dengan rincian kasus aktif sebanyak 2.879, kasus kematian 376, dan sembuh 13.909 orang. Sedikitnya 1.977 pasien isolasi mandiri.

Upaya Menekan Penyebaran
Amsakar menyebutkan upaya yang sudah dilakukan hampir sama dengan daerah lain. Pertama penerapan 5M, pembatasan aktivitas baik di lingkungan Pemko Batam, swasta, dan lainnya. Kedua pemberlakuan PPKM Mikro, dan sekarang PPKM Darurat. Hal yang tidak boleh berhenti adalah pemberian vaksinasi kepada mereka yang menjadi sasaran vaksin.

Berdasarkan data target sasaran vaksin adalah 784 ribu orang, angka tersebut belum termasuk pelajar atau remaja usai 12-17 tahun yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah pertama dan atas mencapai 118.371anak. secara keseluruhan total yang harus divaksin adalah 903.374 sasaran.

“Target bulan ini sangat tinggi yaitu 70 persen orang dewasa, dan 100 persen pelajar. Angka ini diharapkan bisa terpenuhi hingga akhir Juli, sehingga 17 Agustus nanti diharapkan Batam sukseskan program vaksinasi.

Amsakar melanjutkan ada target besar yang bisa diraih, kalau vaksinasi bisa sukses bisa dilaksanakan di Batam. Salah satunya pembukaan pintu masuk dari Singapura, dan Malaysia jika vaksinasi bisa lebih 70 persen tercapai.

Sehingga keadaan bisa perlahan membaik, serta perekonomian bisa kembali berputar. Sudah banyak sekali dampak akibat pandemi ini. Untuk itu butuh bantuan semua pihak agar Batam bisa terbebas dari Covid-19. Sebagai kota dengan kemajuan yang cukup pesat, Batam menjadi salah satu kota bagi investor untuk menanamkan investasinya di Batam.

“Ayo bangkit lawan virus ini. Sangat besar harapan kita ini menjadi tahun terakhir wabah ini merebak di Batam, dan Indonesia serta dunia,” tutup Amsakar. (*)

Reporter: YULITAVIA
editor: tunggul