Sport

Menuju Sapu Bersih Gelar Grand Slam

petenis asal Serbia Novak Djokovic. (F. Adrian Dennis/AFP)

batampos.id – Novak Djokovic berjongkok lantas menjumput ujung rumput lapangan utama venue grand slam Wimbledon menundukkan petenis Italia Matteo Berrettini di final tunggal putra dinihari kemarin (11/7). Rumput itu lalu dimakannya, Itu adalah ritual yang selalu dilakukan Nole-sapaan Djokovic setiap kali menjuarai turnamen tenis tertua di dunia tersebut.

Sudah tiga tahun beruntun, petenis Serbia itu melakukan ritual tersebut di All England Lawn Tennis and Croquet Club. Kemarin, Djokovic harus melalui empat set yang cukup melelahkan sebelum menumbangkan Berrettini 6-7(4), 6-4, 6-4, 6-3.

Total, Djokovic kini sudah menjadi juara enam kali di Wimbledon. Yakni, pada edisi 2011, 2014, 2015, 2018, 2019, dan 2021. Tahun lalu, turnamen ini ditiadakan akibat pandemi Covid-19.

Advertisementjudul gambar

“Menjadi juara Wimbledon adalah impianku sedari kecil. Sejak usiaku masih tujuh tahun. Kini, ada enam piala itu di rumahku. Sungguh luar biasa,” ucap petenis 34 tahun tersebut dilansir CBS Sports.

Gelar ini sekaligus mengantar Djokovic menyamai raihan trofi grand slam Roger Federer, dan Rafael Nadal. Ketiganya kini sama-sama mengumpulkan 20 gelar mayor. Djokovic, bahkan berpeluang menyalip torehan Nadal dan Federer tidak lama lagi. Itu jika dia mampu menjadi kampiun di grand slam terakhir di 2021 yakni Amerika Serikat (AS) Terbuka bulan depan.

BACA JUGA: Juarai Prancis Terbuka, Djokovic Hampir Sejajari Federer-Nadal

Jika berhasil, Djokovic akan dicatat sejarah sebagai salah satu dari hanya enam petenis tunggal dalam sejarah yang mampu menyapu bersih seluruh gelar grand slam dalam setahun. Petenis yang terakhir kali mampu menorehkan rekor itu adalah Rod Laver pada 1969. Sementara di tunggal putri adalah Steffi Graf pada 1988.

Menilik performa Djokovic sepanjang tahun ini, bukan mustahil hal tersebut rekor itu tercapai. Pada tiga final grand slam 2021, Djokovic selalu mampu menaklukkan petenis-petenis yang lebih muda.

Di Australia Terbuka dia mengalahkan Daniil Medvedev (25 tahun) Di Prancis Terbuka menumbangkan Stefanos Tsitsipas (22 tahun). Dan, kemarin giliran Berrettini yang usianya masih 25 tahun. “Aku sudah membayangkan hal itu (menyapu bersih empat grand slam tahun ini) bisa terjadi,” ucap Djokovic dilansir ESPN. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung