Covid-19

Parlemen Bisa Jadi RS Darurat

Bagian Lapangan Paling Memungkinkan

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad didampingi Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar memantau fasilitas ruang rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara I dan II, Senayan, Jakarta, Senin (17/7). Hal tersebut dilakukan guna menjawab pertanyaan masyarakat terkait dengan adanya usulan kompleks gedung DPR RI agar dapat dijadikan RS Darurat Covid 19. Pimpinan berkeliling Kompleks Parlemen untuk melihat secara langsung situasi didalam gedung termasuk ruang paripurna serta fasilitas lainnya. (HENDRA EKA/JAWA POS)

batampos.id – Pimpinan Dewan menyambut baik usulan untuk menjadikan kompleks parlemen, Senayan sebagai rumah sakit (RS) darurat Covid-19. Berdasarkan analisa sementara, bagian halaman atau lapangan kompleks parlemen paling memungkinkan untuk dijadikan RS darurat.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya mendukung usulan tersebut. “Kami menyambut baik usulan tersebut dan kami tidak keberatan,” ucap Dasco di DPR kemarin (12/7).

Untuk membuktikannya, Dasco bersama sejumlah anggota DPR pun langsung turun ke lapangan. Mereka memeriksa beberapa tempat atau ruangan yang dimungkinkan dijadikan ruang perawatan Covid – 19. Mereka membawa langsung brankar atau bed RS, sebagai alat ukur langsung.

Advertisementjudul gambar

Dari pemeriksaan itu ditemukan beberapa kendala. Tempat tidur pasien itu tidak dapat dimasukan kedalam lift. Lalu banyak ruangan yang kedap suara, dan sirkulasi udaranya tidak standar. “Ada beberapa ruangan harus dibongkar jika akan digunakan,” tuturnya.

Salah satu ruang yang ditinjau adalah ruang sidang paripurna yang berada di lantai tiga. Hal yang menjadi kendala adalah ruangan itu hanya memiliki satu lift dan tidak bisa dimasuki brankar. Selain itu, konstruksi ruang paripurna tidak rata, tapi menurun. Kondisi itu tidak memungkinkan untuk dijadikan bangsal RS darurat.

Dasco menilai, yang memungkinkan untuk digunakan RS darurat ialah lapangan yang ada di DPR. Ukurannya 80×90 meter yang biasa dipakai sebagai lapangan sepakbola. Namun, lapangan itu hanya bisa dibangun untuk tenda darurat .

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menambahkan, harus dipikirkan juga terkait sarana dan prasarana pendukung. Misalnya kebutuhan kamar mandi, jika ingin mempergunakan lapangan tersebut. “Bukan hanya perawatannya saja, tapi tempat dokternya, listrik, air dan lainnya,” kata dia.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo juga mendukung pemanfaatan halaman komplek parlemen sebagai RS pendukung untuk mengobati pasien Covid-19. Yaitu, jika RS di Jakarta sudah tidak bisa lagi menampung para pasien. Tenda dan kasur lipat yang biasa digunakan personel kepolisian saat tugas pengamanan bisa digunakan sebagai bangsal darurat.

Menurut dia, Kesekjenan MPR, DPR, dan DPD RI bisa saling berkoordinasi. Termasuk juga dengan Kementerian Kesehatan, Polda Metro Jaya, dan Direktorat PAM Obvit. “Dengan demikian halaman komplek majelis bisa difungsikan sebagai rumah sakit darurat Covid-19, agar dapat mengurangi beban rumah sakit yang sudah over kapasitas,” terangnya.

Bamsoet pun mengimbau masyarakat untuk mematuhi peraturan PPKM darurat, disiplin menjalankan protokol kesehatan, serta menerima vaksinasi Covid-19. Taat kepada aturan, kata dia, tidak hanya melindungi diri sendiri, keluarga, serta anggota masyarakat dari serangan virus Covid-19, tetapi juga turut melindungi kehancuran negara. (*)

Reporter: JP GROUP
Editor:ALFIAN LUMBAN GAOL