Metropolis

Pintu Kedatangan di Bandara dan Pelabuhan Sepi

Hari Pertama PPKM Darurat

Suasana Bandara Hang Nadim Batam terlihat lengang dari aktivitas penumpang di pintu keberangkatan, Senin (12/7). Jumlah penumpang mengalami penurunan saat penerapan PPKM Darurat. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Syarat perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi laut dan udara mensyaratkan aturan ketat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Di antaranya, syarat membawa dokumen negatif PCR serta kartu vaksin bagi pelaku perjalanan dalam negeri antarprovinsi.

Orang yang ingin ke Batam dari luar Kepri, diminta melengkapi syarat tersebut di bandara atau pelabuhan keberangkatan. Hal itu berimbas pada sepinya penumpang di Bandara Hang Nadim Batam dan beberapa pelabuhan di Batam.

General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, mengatakan, Surat Edaran Gubernur Kepri soal syarat negatif PCR dan sertifikat vaksin berlaku sejak Minggu (11/7) lalu.

Advertisementjudul gambar

”Saya dapat laporan, banyak tidak terima karena mereka terhambat menuju ke Batam. Tapi, ini aturan dari gubernur dan tetap harus dipatuhi,” kata Benny, Senin (12/7).
Benny memahami bahwa aturan yang ada demi kesehatan masyarakat. Tujuannya, agar penyebaran Covid-19 tidak masif dan dapat dikendalikan.

”Satu sisi kami berharap banyak penumpang, tapi tetap saja kesehatam nomor satu. Saya harap masyarakat dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan, sehingga pandemi ini segera berlalu,” ucapnya.

Terkait jumlah penumpang yang datang kemarin, Benny mengaku data baru dikumpulkan, Selasa (13/7) pagi. Ia mengatakan, mulai kemarin, hanya ada 17 penerbangan keluar Batam. Beberapa rute hanya dilayani satu penerbangan. Hal ini disebabkan PPKM darurat sehingga maskapai mengurangi intensitas penerbangan.

”Berdasarkan data dari Sabtu (10/7) dan Minggu (11/7), penumpang datang dan pergi itu di kisaran 2 ribuan saja. Turun dibandingkan sebelumnya, rata-rata 3 ribuan orang,” tuturnya.

Pantauan Batam Pos di terminal keberangkatan masih ada aktivitas, walaupun lalu lalang penumpang tak seramai pekan lalu. Namun, di terminal kedatangan, tidak terlihat aktivitas penumpang datang.

Salah seorang warga yang mengantar keluarganya, Adam, mengaku baru kali ini melihat bandara Hang Nadim sepi. ”Sepi sekali, kayak tak berpenghuni,” katanya.
Sedangkan di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), jumlah pengguna jasa transportasi laut mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan sebelum pelaksanaan PPKM darurat.

Kepala PDS, Sohirnadi, mengatakan, di hari pertama PPKM darurat, penurunan terlihat pada pelayaran luar provinsi seperti tujuan Dumai. Dimana, hingga siang hanya ada satu kapal yang berangkat tujuan Dumai dengan jumlah penumpang sebanyak 72 orang. Selain itu, satu kapal lainnya dengan tujuan Selatpanjang dengan jumlah 17 penumpang.
”Baru dua kapal yang berlayar,” sebutnya.

Sohir menambahkan, untuk semua penumpang baik dengan tujuan dalam dan luar provinsi di PDS, wajib melaporkan surat sertifikat vaksin, minimal vaksin pertama dan harus negatif dari Covid-19. Hal ini ditunjukan dengan hasil test antigen dan PCR.

”Baik di dalam maupun luar provinsi dua syarat ini wajib sebelum berlayar,” ucapnya.
Pantauan Batam Pos di Pelabuhan Domestik Sekupang terlihat sepi sejak pagi hari. Baik di pintu kedatangan maupun keberangkatan sepi penumpang. Hanya beberapa orang saja terlihat tengah memesan tiket pelayaran.

”Mau ke Dumai, ada keperluan mendadak. Memang diwajibkan, dan sat ini syaratnya kami sudah lengkap, tinggal berangkat,” ujar Anto, salah sorang penumpang di PDS Sekupang. (*)

Reporter : Fiska Juanda, RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK