Metropolis

PPDB SMA/SMK Negeri Belum Beres

Disdik Tawarkan Penambahan Rombel dan Unit Sekolah Baru

Orangtua calon siswa bersama anaknya melihat tata cara pendaftaran PPDB di SMKN 1 Batam di Batuaji, Selasa (29/6) lalu. Solusi bagi ribuan calon siswa jenjang SMA/SMK yang tak diterima di sekolah negeri belum diputuskan.(Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri mencatat masih ada 2.807 calon siswa baru yang belum bisa diakomodir lewat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri di Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhammad Dali, mengatakan, tawaran konkret untuk mengurangi penumpukan di sejumlah sekolah di Batam adalah dengan menambah rombongan belajar (rombel) dan Unit Sekolah Baru (USB).

“Setelah pendaftaran ulang masih ada 2.807 orang pendaftar yang belum bisa diakomodir. Jumlah tersebut terdiri dari 1.600 pendaftar di SMK negeri dan 1.207 pendaftar di SMA negeri yang terjadi di Kota Batam,” ujar Muhammad Dali, kemarin, di Tanjungpinang.

Advertisementjudul gambar

Menurut Dali, penumpukan pendaftar terjadi di empat sekolah di Kota Batam. Pertama, adalah SMAN 1, SMAN 3, SMAN 8, SMAN 5, dan SMKN 1 Batam. Dijelaskan Dali, banyak pendaftar yang ditolak sistem di keempat sekolah tersebut, karena masih adanya paradigma para orangtua atau calon siswa bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah unggulan atau favorit.

“Kami sudah berulang kami mendengungkan bahwa sekarang ini tidak ada lagi yang namanya sekolah favorit atau unggulan. Maka untuk mematahkan pandangan tersebut adalah melalui sistem zonasi. Sehingga, semua sekolah secara bertahap akan memiliki keunggulan yang setara,” jelas Dali.

Mantan Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, untuk pendaftar yang belum bisa diakomodir di SMAN 1 Batam bisa bergeser ke sekolah terdekat yang berada di dalam zonasi yang sama.

Kemudian, untuk SMAN 3 bisa membantu memenuhi Rencana Daya Tampung (RDT) yang ada di SMAN 26 yang masih kekurangan sekitar dua rombel. Selanjutnya, untuk SMAN 8 bisa memenuhi RDT di SMAN 25 Batam. Karena dari kapasitas 164 orang masih kekurangan 120 orang.

Begitu juga untuk SMKN 1, pendaftar yang belum diterima bisa mendaftar ke SMAN 3, SMKN 8, dan SMKN 9 yang merupakan USB. Disinggung mengenai solusi untuk menyelesaikan persoalan ini, Dali mengharapkan kerja sama semua pihak, termasuk orangtua dan calon siswa. Karena dari 2. 807 orang yang belum diterima di Batam sebenarnya sudah diterima di pilihan alternatif yang berada dalam satu zonasi.

“Kami memang akan memberikan solusi, tetapi mohon maaf tentunya tidak bisa mengakomodir semuanya. Pasti akan ada klasifikasi tertentu. Misalnya zonasi terdekat, kurang mampu atau dari akademisinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk masalah ini, pihaknya sudah mendapatkan mandat dari Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, untuk menyelesaikannya. Kebijakan yang sangat memungkinkan adalah dengan penambahan rombel dan USB. Saat ini, pihaknya sedang menunggu usulan dari sekolah-sekolah yang terjadi penumpukan pendaftar di Batam. Selain itu, ada inisasi untuk membentuk satu USB SMAN 30 di Marcelia dan satu USB SMAN 31 Sekupang, SMAN 29 di Sagulung, Batam.

“Kami juga berharap bagi yang berkemampuan bisa mengisi sekolah-sekolah swasta yang ada di Batam. Karena dengan penambahan rombel maupun USB juga tidak mungkin mengakomodir semuanya,” tutup Dali.

Belum Ada Arahan, Pertahankan Kuota PPDB Online

Pemerintah Provinsi Kepri belum menyelesaikan persoalan daya tampung siswa SMA dan SMK di kota Batam. Pasalnya, masih banyak siswa tamatan SMP yang belum diakomodir ke SMA dan SMK negeri yang ada.

Ini membuat siswa dan orangtua yang tidak lolos pada PPDB online resah. Sebab, belum ada kejelasan nasib pendidikan lanjut bagi anak mereka. Para orangtua memilih tetap bertahan di PPDB sekolah negeri karena tidak mampu untuk mendaftarkan anak mereka ke sekolah swasta yang biaya pendaftaran mencapai Rp 5 juta per siswa.

”Tetap akan saya tunggu. Walaupun hari ini (kemarin) kegiatan pengenalan lingkungan sekolah sudah mulai, saya tetap usahakan agar anak saya sekolah di SMKN 5 ini. Inilah sekolah terdekat dengan rumah kami. Tak sanggup saya kalau anak saya ini ke swasta,” kata Andi, warga Dapur 12.

Senada disampaikan Nauli, orangtua siswa yang tinggal di dekat lingkungan SMAN 5 Batam. Dia tetap menanti kebijakan lanjutan dari pihak sekolah ataupun Dinas agar anaknya bisa kembali diterima di SMAN 5 Batam.

”Kemarin tak lolos PPDB, makanya saya nunggu terus informasi dari sekolah ini. Mudah-mudahan ada kebijakan buat nampung lagi anak saya ini,” ujarnya.

Kepala SMKN 5 Batam, Agus Syahrir ataupun kepala SMAN 5 Batam, Bahtiar, saat dikonfirmasi mengaku belum ada arahan apapun dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri ataupun Gubernur sehingga pihaknya tetap dengan kuota awal PPDB. (*)

Reporter : JAILANI, EUSEBIUS SARA
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI