Zetizen

Ahlinya Pencipta Seni Rasa

Batampos.id – RASA makanan yang unik selalu bisa menarik perhatian konsumen. Sebagaimana Korea Selatan yang akhir-akhir ini lagi demen sama rasa cokelat min atau rasa telur asin yang sempat heboh di Indonesia. Restoran dan industri makanan pun akan berlomba-lomba untuk membuat makanan dengan rasa tersebut. Bagaimana sih cara tiap jenis makanan bisa punya rasa yang beragam? Yuk, kita tanya langsung sama si peramu rasa berikut!

”Flavorist adalah bidang yang menggabungkan seni dan sains. Kita perlu tahu sains dasar dari bahan baku yang digunakan untuk membuat rasa sampai keterampilan dalam menggabungkan bahan tersebut menjadi sebuah seni sebagai bentuk rasa,” tutur Dustin Hendarlim, seorang flavorist, yang akrab disapa Dustin. Ketertarikannya untuk menjadi flavorist dimulai dari obrolan dengan temannya tentang enaknya pekerjaan yang tugasnya cuman mencicipi makanan.

Eitsss, ternyata mencicipi makanan tidak melulu seenak yang dibayangkan. Saat indra sedang jenuh, kita akan susah untuk produktif. Sebab, apa yang kita cium atau rasa menjadi tidak akurat. ”Dulu sewaktu magang pernah setiap hari harus minum soda untuk sebuah project. Walaupun jumlahnya masih normal, sehari setengah kaleng, bulan depannya aku sampai nggak mau minum soda sama sekali karena terlalu jenuh,” kenangnya.

Advertisementjudul gambar

Utamanya, flavorist bertugas untuk matching flavor atau membuat rasa dari target yang diinginkan pelanggan. Biasanya, pelanggan akan minta sebuah rasa dan flavorist membuat rasa yang mirip. Flavorist juga bisa membuat rasa-rasa baru seperti paduan keju bacon, krim, dan jamur. Seorang flavorist bisa ”bermain” dengan bahan baku untuk membuat rasa yang unik. Wah! Menarik juga ya!

”Dari sisi akademis, hal yang paling penting adalah mempelajari kimia dan biologi dasar serta kimia organik. Di luar akademis, menurutku, yang paling penting adalah sering latihan indra penciuman dan pengecapan. Latihannya bisa dimulai dengan menghafal, mencium, dan mencicipi bahan yang sering digunakan untuk formulasi rasa,” jelas flavorist yang tengah berkarier di Prancis itu. Biasanya, alat yang paling sering digunakan adalah smelling strip untuk mencium bahan baku rasa dan sendok untuk mencicipi bahan baku yang digunakan.

Menurut Dustin, kesulitan yang dialami flavorist sering kali berhubungan dengan proses produksi. Sebab, belum tentu rasa yang sudah diformulasi dengan baik bisa diproduksi secara massal dengan lancar. Tugas flavorist adalah mencari solusi yang tepat agar rasa tetap sesuai dengan keinginan customer.

Sering dikaitkan dengan perfumer, ternyata cara kerja flavorist tidak jauh berbeda, lho! Perbedaannya hanya terletak pada bahan baku atau bahan kimia yang digunakan untuk formulasi. Flavorist lebih fokus pada formula produk makanan, sedangkan perfumer pada formulasi aroma. ”Seorang sweet flavorist dan savory flavorist juga berbeda. Kalau sweet flavorist, biasanya lebih ke arah produk susu, permen, dan minuman manis. Kalau savory, lebih ke arah makanan ringan, penyedap makanan, dan makanan siap saji,” ungkapnya.

Prospek pekerjaan itu sangat tinggi ke depannya karena manusia bergantung pada makanan. Tugas flavorist-lah untuk membuat makanan tersebut menjadi menarik serta enak dikonsumsi. ”Hopefully, ke depannya semakin banyak kesempatan untuk anak-anak muda yang bisa membuat penemuan di bidang flavor. Kalau tertarik jadi flavorist, langkah pertama adalah sering-sering memperhatikan bahan apa saja yang kalian makan, ya!” pesan Dustin. (elv/c12/lai)

MESKI terlihat simpel, ternyata proses untuk membuat sebuah rasa butuh percobaan berkali-kali. Satu formula rasa bisa terdiri sampai 50 bahan baku yang berbeda, lho! Well, karena rasa yang baik adalah rasa yang dibuat dengan bahan baku sesedikit mungkin, banyak faktor yang harus diperhatikan agar terbentuk rasa yang sesuai. Inilah yang membuat pekerjaan flavorist simpel, tetapi juga kompleks. Yuk, intip proses kerja flavorist dalam menciptakan rasa! (elv/c12/lai)

Step pertama yang dilakukan flavorist adalah mencoba rasanya langsung. Misalnya, kita mau bikin rasa yang terinspirasi dari minuman cola. Maka, kamu wajib minum cola terlebih dahulu. Baru kemudian, tuliskan deskripsi rasa yang ada seperti rasa manis, asam, dan spicy.

Next, biasanya sudah ada bahan dasar untuk rasa-rasa yang ingin dibuat. Umumnya, cola berbahan dasar minyak esens jeruk, lime, pala, dan kayu manis. Jenis bahan baku dan jumlahnya bisa kamu sesuaikan agar bisa menemukan rasa yang kamu cari.

Last, campurkan bahan-bahan dasar yang sudah disiapkan. Pada proses ini, tone rasanya bisa dicoba-coba. Kalau kurang spicy, bisa ditambah esens jahe atau kalau rasa jeruknya terlalu kuat, bisa ditambah esens lime untuk menyeimbangkan rasa. Coba terus hingga level kesamaan rasanya mirip.

 

“Bereksperimen dengan Rasa”

Reporter : Sonia Novi
Editor : Agnes Dhamayanti

Suka wisata kulinerkah kamu? Biasanya sih, mereka yang suka kulineran suka juga bereksperimen masakan. Apalagi yang punya bisnis kuliner, pasti sudah menciptakan menu andalan yang menjadi ciri khasnya. Wah penasaran? Yuk simak terkait tema ini! (*)

F. Dok. Pribadi

Sulastri Atun Lehijuma
SMK Putra Jaya School
@sulastriiatunnn_lehi

MENURUT saya pribadi, apalagi saya pernah membuka usaha kecil-kecilan seperti jasuke, nah, kalau resep sendiri dari saya, saya membuat bentuk variasi yang menarik pastinya, dan juga agar rasa tersebut beda dari yang lain, maka saya ada resep rahasia sendiri yang tidak bisa saya sebutkan dong, hehe. Dan kita anak millenial juga harus berani untuk menciptakan rasa baru dari jualan kecil-kecilan kita. (*)

F. Dok. Pribadi

Luthfia Fairuzilmi
Politeknik Negeri Batam
@luthfia.fr

Rasa adalah hal terpenting pada makanan. Tanpa rasa, makanan tidak ada apa-apanya. Rasa baru pada makanan itu menurut saya sebuah inovasi yang diperlukan jika kita ingin membuka usaha kecil-kecilan. Dengan rasa baru dan unik, besar peluangnya makanan kita akan diminati banyak orang terkhusus kaum millenial yang suka mencoba hal-hal baru dan trend atau viral. (*)