Metropolis

Kiat Berbelanja Aman Ibu Rumah Tangga Agar Terhindar Dari Covid-19, Titipkan Belanjaan ke Tetangga yang Sudah Vaksinasi

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMK) yang sedang diterapkan di kota Batam merubah kebiasaan berbelanja kaum ibu-ibu di Batuaji dan Sagulung. Mereka tidak lagi berbarengan ke pasar seperti masa new normal sebelumnya tapi menerapkan sistem belanja titip. Satu ibu mewakili beberapa ibu rumah tangga lain dalam satu komplek untuk ke pasar.

***

Warga harus berinopasi untuk bertahap hidup di tengah PPKM darutar. f. eusebius

Laju kendaraan roda milik Santi, Rina dan Melda terhenti di simpang empat Basecamp, Kecamatan Batuaji, Batam. Mereka bertiga harus berhadapan dengan puluhan petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP yang tengah melaksanakan tugas penyekatan antar wilayah di simpang empat tersebut. Satu persatu, mereka ditanyain petugas. Santi dan Rina yang berboncengan dengan dua wanita lainnya harus dipulangkan petugas sebab tidak memenuhi persyaratan protokol kesehatan yakni jalan berboncengan dan belum memiliki sertifikat vaksin. Hanya Melda yang lolos karena memenuhi persyaratan untuk bisa melewati lokasi penyekatan tadi.

Advertisementjudul gambar

Kelompok ibu-ibu ini adalah warga Marina yang hendak berbelanja kebutuhan dapur di pasar Sagulung. Belanja bareng sudah menjadi rutinitas mereka selama ini agar lebih seru dan terhibur. Namun kali ini hanya Melda yang lolos karena yang lainnya tidak lolos persyaratan melintasi lokasi penyekatan. Selain Melda, ibu-ibu yang lain disarankan untuk kembali rumah. Mereka disuruh menitipkan barang belanjaan mereka ke Melda.

Setelah kejadian di hari pertama pelaksana PPKM ini, Melda, Santi, Rina dan ibu-ibu lain di Marina ini jadikan saran petugas gabungan tadi sebagai kebiasaan baru mereka. Setiap pagi, satu ibu saja yang mewakili ibu-ibu lainnya untuk berbelanja di pasar. Ini sudah berjalan selama tiga tiga hari belakangan ini demi mengurangi mobilitas di jalan raya dan juga keramaian di pasar. Kesadaran ini bukan semata untuk menghindari hadangan petugas di lokasi penyekatan tapi untuk menekan lajunya penyebaran Covid-19 di kota Batam.

“Alhamdulilah, setelah kejadian itu, saran petugas jadi kebiasaan baru bagi kami. Ibu yang sehat dan yang sudah vaksin kami utus untuk ke pasar mewakili ibu-ibu yang lain dan ini kami jalani dengan ikhlas dan sadar demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” ujar Santi.

Bagi kelompok kaum ibu-ibu ini anjuran pengetatan protokol kesehatan dan PPKM ini adalah solusi yang tepat demi mengurangi mobilitas dan kerumunan massa di lokasi keramaian. Selama ini mereka mengakui kalau keadaan di pasar khususnya di pagi hari terlampau ramai sehingga rawan terpapar Covid-19. Merekapun merelakan kebersamaan dan keceriaan saat berbarengan ke pasar demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

Kesadaran kaum ibu-ibu sejalan dengan harapan dari pemerintah daerah setempat. Penyebaran Covid-19 yang terus meningkat dari waktu ke waktu mengharapakan kesadaran penuh dari seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi mobilitas di pusat keramaian. Mereka yang diperbolehkan beraktifitas adalah pekerja yang memang harus tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sementara aktivitas masyarakat yang kurang begitu mendesak seperti kelompok kaum ibu-ibu tadi dikurangi.

“Yang benar-benar urgen yang boleh beraktivitas. Pekerja yang memang harus bekerja. Kalau ke pasar atau anak-anak yang keliaran sebaiknya dikurangi. Ke pasar bisa sistem titip ke tetangga biar tak ramai-ramai kali di pasar,” ujar Camat Batuaji Ridwan.

Sejauh PPKM ini berjalan sebut Ridwan mobilitas masyarakat di jalan raya dan juga di pusat keramaian seperti pasar dan pusat perbelanjaan mulai berkurang. Itu karena petugas gabungan setiap waktu mengawasi aktivitas warga. Setiap persimpangan jalan ada petugas yang selalu rutin mengawasi aktifitas pengendara. Begitu juga di pasar dan pusat perbelanjaan ada petugas patroli yang memantau. (*)

Reporter: Eusebius Sara
editor: tunggul