Nasional

Penimbunan Hingga Penjualan PCR Palsu Marak, Polisi Terus Buru Pelaku

Ilustrasi pengujian hasil tes PCR (Istimewa)

batampos.id – Melonjaknya pasien Covid-19 belakangan ini turut berdampak pada ketersediaan obat yang semakin sulit didapat. Polisi bahkan menemukan adanya oknum nakal yang sengaja melakukan penimbunan, atau menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, jajarannya sudah menemukan 3 kasus penimbunan maupun penjualan obat di atas HET. Sedangkan untuk penimbunan oksigen 1 kasus.

“Ada Satgas Operasi Yustisi, Pemda atau Pemprov didampingi TNI dan Polri menyidak pelanggaran. Besok kemungkinan masih akan ada penindakan-penindakan lain,” kata Yusri kepada wartawan, Rabu (14/7).

Advertisementjudul gambar

Selain penindakan terhadap oknum nakal, polisi juga fokus pada pelanggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Seperti perkantoran yang masih memberlakukan kerja dari kantor. “Ini tim satgas masih bekerja terus untuk menyidak kantor-kantor yang sudah ditentukan kebijakan pemerintah untuk tutup yang masih buka,” jelas Yusri.

Polisi memastikan akan terus melakukan penindakan hukum terhadap oknum-oknum yang mencari keuntungan selama PPKM Darurat berlaku. Termasuk oknum yang memperjual belikan surat PCR palsu. “Kami tidak pernah berhenti, kami akan mengejar terus pelaku-pelaku ini,” pungkas Yusri.

Sebelumnya, Unit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek lokasi yang diduga menimbun obat-obatan untuk pasien Covid-19. Operasi menyasar sebuah ruko di Jalan Peta Barat Ruko Peta Barat Indah III Blok C No. 8, Kalideres, Jakarta Barat.

“Kita di lokasi di wilayah Kalideres kompleks pergudangan kita berada di salah satu ruko di mana terindikasi kami melihat beberapa fakta yang kami temukan dari hasil penyelidikan ada indikasi penimbunan,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo dalam keterangan tertulis, Selasa (13/7).

Ady menuturkan, di lokasi penggerebekan ditemukan banyak obat-obatan yang tengah dibutuhkan oleh pasien Covid-19. Penimbunan ini diduga dilakukan agar obat bisa dijual dengan harga tinggi, melebihi aturan Kementerian Kesehatan. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim