Bintan-Pinang

Pintu Perbatasan Pinang-Bintan Makin Diperketat, Wajib Bawa Antigen atau Tes di Posko Penyekatan

Pemeriksaan pengendara yang akan melintas ke Tanjungpinang oleh petugas di penyekatan KM 16, Rabu (14/7).f. Peri Irawan

batampos.id – Hari ke tiga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Tanjungpinang semakin memperketat mobilitas orang yang akan masuk ke Tanjungpinang. Di pintu perbatasan Tanjungpinang Bintan, Kilometer (Km) 16 setiap masyarakat yang akan masuk selain keperluan sektor esensial wajib menunjukkan surat rapid tes antigen bersama kartu atau sertifikat vaksin

BACA JUGA: Bantu Pedagang di Masa Pengetatan PPKM, Apri: Kebutuhan Sehari-hari Cukup Beli dari Pedagang di Sekitar Kita

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, dr. Nugraheni Purwaningsih menjelaskan setiap orang yang masuk ke Tanjungpinang tidak menjadi tanggungjawab pihaknya.

Advertisementjudul gambar

“Jika memiliki kepentingan ke Tanjungpinang maka wajib menunjukkan surat rapid tes antigen, kecuali mereka yang bertugas menyuplai makanan pokok dan pekerja di instansi pemerintah harus melengkapi surat kerja,” kata Nugraheni, Rabu (14/7) .

Dijelaskan Nugraheni bagi masyarakat umum yang tidak ada kepentingan maka harus bisa menunjukkan surat antigen dan kartu vaksin, jika tidak memiliki surat antigen maka bisa melakukan tes di lokasi penyekatan dengan biaya ditanggung sendiri. “Bayar Rp 150 ribu, bayar sendiri ke kimia farma di tempat penyekatan,” sebutnya.

Sementara itu, Pengendali Pelaksanaan Kegiatan Lapangan di Perbatasan KM 16, Ipda Young Risa menyebutkan pada hari pertama penerapan wajib bawa surat rapid tes antigen itu masih memberi toleransi karena belum diketahui oleh masyarakat secara keseluruhan.

“Hari ini ada toleransi, besok mereka wajib bawa surat antigen kalau mau masuk ke Tanjungpinang, kecuali sektor esensial cukup tunjukkan surat kerja saja,” ucapnya.

Ia menyebutkan sejak pagi hingga pukul 13.00 WIB sudah 10 orang yang melakukan rapid tes antigen di posko penyekatan sedangkan warga yang tidak mau diperiksa dengan biaya sendiri maka diperintahkan untuk putar balik. “Ada rapid tes antigen di posko, mereka bayar pribadi,” tuturnya.

Salah seorang petugas kimia farma di posko penyekatan menyebutkan hingga siang itu sudah 10 orang yang melakukan rapid tes antigen dengan biaya ditanggung sendiri. “Sudah 10 orang, mereka bayar sendiri sebesar Rp 150 ribu,” tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul