Covid-19

Vaksin Berbayar Tak Kurangi Hak Masyarakat

Staf dan karyawan perusahaan yang berada di kawasan perkantoran Graha Pena Batam, menerima vaksinasi pertama jenis Sinovac, Selasa (29/6) di Batam Centre.  Kemenkes mengatakan vaksin berbayar digelar tanpa menghilangkan vaksin gratis untuk masyarakat.  (Immanuel Sebayang/Batam Pos)

batampos.id – Kementerian Kesehatan angkat bicara terkait polemik vaksin gotong royong yang bisa dibeli secara individu, Kemarin (13/7). Kemenkes menyebutkan bahwa hal ini sebagai langkah untuk mempercepat cakupan imunisasi.

5 Juli lalu Kemenkes telah mengubah Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) no 10 Tahun 2021. Perubahan menjadi Permenkes No 19 Tahun 2021. Salah satu poin yang diubah adalah sasaran, fasilitas kesehatan (faskes), dan anggaran terkait vaksin gotong royong. Senin kemarin (12/7) PT Kimia Farma yang sebelumnya mengumumkan bisa melayani vaksinasi gotong royong yang dibeli pribadi, membatalkan rencananya.

“Ini untuk mempercepat cakupan vaksinasi Covid-19, tanpa menghilangkan hak masyarakay untuk memperoleh vaksin gratis melalui program pemerintah,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan terkait Covid-19 Siti Nadia Tarmizi kemarin. Nadia menekankam bahwa vaksinasi gotong royong individu ini tidak mengganggu program pemerintah. Alasannya, vaksin yang digunakan berbeda dengan program vaksinasi pemerintah. Begitu juga dengan fasilitas kesehatan yang melauami.

Advertisementjudul gambar

Terkait pelaksanaanya, Kemenkes tengah menggodok petunjuk pelaksanaan. Untuk itu Nadia meminta agar dinas kesehatan menunda memberikan izin fasilitas kesehatan yang akan menyelenggarakan vaksin gotong royong Individu.

Nantinya jika pelaksanaan vaksinasi tersebut siap, Nadia berpesan agar pelaksanaannya mematuhi protokol kesehatan. Dia tak ingin adanya kerumunan karena pemberian vaksinasi gotong royong individu ini.

Pada kesempatan lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI mengatakan bahwa vaksinasi Gotong Royong awalnya merespon jika vaksinasi pemerintah tidak cepat. Selain itu vaksinasi ini bisnis to bisnis. “Kami tidak terlibat,” katanya.

Nyatanya vaksin Gotong Royong tidak bisa mendongkrak cakupan vaksinasi. Dari sini, ada ide agar vaksinasi ini tetap berjalan dan mampu mendongkrak cakupan vaksinasi di Indonesia. “Perusahan ini ribet. Yang penting daya ungkit vaksinasi ini ada,” tutur Budi. Sayang, Budi tidak bisa memprediksi keberhasilan cakupan vaksinasi gotong royong individu.

Sementara itu, pengusaha memastikan kesiapannya untuk mendukung vaksin gotong royong. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesi Shinta Widjaja Kamdani menuturkan, kedatangan vaksin Sinopharm yang digunakan untuk vaksin gotong royong menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk mengakselerasi vaksinasi.

‘’Prinsipnya Kadin senantiasan mendukung upaya dari semua upaya dan program pemerintah yang bertujuan agar kita semua dapat segera lepas dari pandemi ini,’’ ujarnya kemarin (13/7).

Seperti diketahui, pada vaksin gotong royong, Kadin mendapat kesempatan bekerja sama dengan Kemenkes, Kementerian BUMN, Bio Farma, dan Kimia Farma. Hal itu diharapkan bisa mendorong percepatan vaksinasi melalui perusahaan dan badan usaha.

‘’Tujuannya agar mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, khususnya di lingkungan kerja dan merata di seluruh Indonesia, dengan membiayai pembelian vaksin bagi para karyawan dan keluarga karyawan,’’ jelas Shinta.

Terpisah, kepedulian pada kondisi di Indonesia datang dari Singapura. Hal itu ditujukkan Yayasan Temasek dan 15 perusahaan Indonesia dan Singapura yang memberikan donasi peralatan medis berupa Oksigen Konsentrator (OC) guna penanganan pandemi di RI.

Hingga 13 Juli 2021, Yayasan Temasek bersama 15 perusahaan Indonesia dan Singapura telah mengumpulkan 11 ribu oksigen konsentrator untuk Indonesia. Sebanyak 1.500 unit dari bantuan itu diberangkatkan dari Shanghai ke Jakarta pada Selasa (13/7).

‘’Munculnya virus jenis baru Covid-19 yang lebih menular memerlukan kerja sama dan dukungan cepat semua pihak baik di Indonesia dan Singapura dalam mengatasi wabah ini,” ucap Jennie Chua,’’ Pimpinan Yayasan Temasek Internasional.

Bantuan oksigen konsentrator ditujukan kepada Kemenkes RI yang selanjutnya akan dikirimkan ke berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di Indonesia. Pengiriman selanjutnya direncanakan secara bertahap setiap pekan.

Ada pun 15 perusahaan Indonesia dan Singapura yang berkolaborasi dengan Yayasan Temasek dalam pemberian donasi kali ini yaitu Bakti Barito Foundation, Cikarang Listrindo, Dharma Satya Nusantara, East Ventures, Indies Capital Partners, Kino Indonesia, Sinar Mas, Tanoto Foundation, TBS Energi Utama, Triputra Group, UID Foundation, Wahana Artha, CapitaLand Hope Foundation, DBS Bank, dan Singtel. (*)

Reporter: JP GROUP
Editor:ALFIAN UMBAN GAOL