Home

Vaksin Datang Lagi, Penyuntikan Berlanjut

Batam dan Tanjungpinang Dapat 50 Ribu Dosis Vaksin Sinovac

Petugas kesehatan Biddokes Polda Kepri melakukan vaksianasi kepada warga Botania Garden Batamcenter, Selasa (13/7). Vaksianasi covid-19 yang digelar oleh Ditkrimum Polda Kepri bersama Biddokes Polda Kepri ini dalam rangka mengatisiapasi dan mencegah penyebaran covid-19. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Program vaksinasi Covid-19 akan kembali berlanjut untuk wilayah Batam dan Tanjungpinang. Itu dilakukan setelah vaksin dari pemerintah pusat kembali diterima Pemerintah Provinsi Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, menyatakan bahwa vaksin diperkirakan datang pada Selasa (13/7) sore. Vaksin Covid-19 yang datang merek Sinovac.

”Kepri dapat jatah vaksin sebesar 5 ribu vial atau sekitar 50 ribu dosis dan dibagi untuk dua kota (Batam dan Tanjungpinang),” kata Bisri, Selasa (13/7).

Advertisementjudul gambar

Ia berharap, dengan datangnya vaksin ini, program vaksinasi Covid-19 yang sempat tertunda akan kembali berlanjut dan dapat meningkatkan imunitas masyarakat menghadapi virus corona.

Bisri mengaku, jumlah yang datang tergolong sedikit. Namun, sambung dia, pemerintah pusat berjanji akan mengirimkan pasokan vaksin lagi dalam waktu dekat.

”Kapan waktunya, saya belum tahu. Semoga dalam minggu ini, dijanjikan 12 ribu vial (120 ribu dosis),” ungkapnya.

Vaksin yang akan datang tersebut, lanjut Bisri, tetap diprioritaskan untuk masyarakat Batam dan Tanjungpinang. Vaksinasi ini diharapkan dapat menurunkan angka positif di dua wilayah tersebut.

”Kami akan terus gencar melakukan vaksinasi. Tapi, penyembuhan juga terus dilakukan terhadap pasien Covid-19,” tuturnya.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Kepri, belum ada daerah yang mencapai target vaksinasi 70 persen. Dua daerah yang masuk zona merah di Kepri, Batam dan Tanjungpinang, target vaksinasinya belum tercapai. Tercatat, untuk Tanjungpinang vaksinasinya baru mencapai 62,41 persen dengan target harus memvaksin 29.733 orang. Sedangkan Batam, baru memvaksin 59,1 persen dari target warga yang harus divaksin masih sebanyak 177.796 orang.

”Sasaran vaksinasi itu 1,4 juta se-Kepri, namun baru terealisasi 827.014 dan yang belum divaksin 313.983 orang,” sebutnya.

Jumlah tersebut, lanjut dia, baru data untuk vaksinasi warga usia 18 tahun ke atas. Sementata vaksinasi untuk anak usia 12 hingga 17 tahun juga baru tercapai sedikit.
”Karena baru beberapa pekan ini berjalannya,” ungkap Bisri.

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Batam dan Tanjungpinang, beberapa instansi seperti TNI-Polri juga aktif menggelar vaksinasi massal.

Seperti, Polda Kepri yang melakukan langkah terobosan baru dengan melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara keliling. Vaksinasi tersebut dilakukan dengan cara menyambangi perumahan-perumahan warga. Setiap satuan kerja di Polda Kepri bergerak, melaksanakan vaksinasi keliling.

”Kami sudah melakukan vaksinasi keliling dalam satu minggu belakangan ini, dan akan terus berlanjut,” ucap Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, AKBP Ruslan A Rasyd.

Selasa (13/7), kata Ruslan, vaksinasi dilaksanakan di Perumahan Botania Garden. Ada sekitar 100-an warga yang ikut program vaksinasi keliling ini.

”Program ini akan terus berjalan, kami tetap melakukan vaksinasi keliling. Tentunya dalam rangka membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi,” tutur Ruslan.

Diprioritaskan untuk Penyuntikan Dosis Kedua

Stok vaksin Covid-19 di Kota Batam sudah mulai menipis. Sejak tiga hari belakangan ini, kegiatan vaksinasi massal sudah mulai berkurang. Vaksin hanya diprioritaskan bagi pelajar dan penerima dosis kedua yang sudah terjadwal.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, stok vaksin Covid-19 di Kota Batam benar-benar genting karena suplai vaksin baru dari Kepri belum sampai. Stok yang ada tidak mampu mengakomodir antusias warga yang ingin mendapatkan vaksin.

“Saya sudah hubungi pak Bisri (Kepala Dinas Kesehatan Kepri) soal vaksin ini. Vaksin hanya bisa diberikan kepada mereka yang sudah mendapat jadwal vaksin atau dosis kedua. Sementara (vaksinasi bagi) pelajar juga masih tak sempurna karena melihat stok yang ada,” ujarnya, Selasa (13/7).

Saat ini, pelaksanaan vaksinasi skala kecil hanya diselenggarakan di puskesmas yang ada di Kota Batam. Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa pekan lalu yang banyak digelar dalam skala besar. Warga bahkan rela mengantre lama karena ingin mendapatkan vaksin.

Amsakar menyampaikan bahwa pihak Pemprov Kepri juga sudah menghubungi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Namun, pasokan vaksin Covid-19 dari pusat ke Kepri juga belum ada.

“Pak Bisri juga sudah komunikasi ke Menko Perekonomian agar distribusi vaksin ke Batam bisa ditindaklanjuti dengan cepat,” katanya.

Seharusnya, sambung dia, dalam waktu dekat ini, 5 ribu Multi Dose Vial (MDV) atau 50 ribu dosis vaksin akan tiba di Batam. Akan tetapi, hingga saat ini vaksin tersebut belum sampai ke Batam.

Saat ini, vaksinasi Covid-19 di Kota Batam hanya dilakukan untuk dosis kedua. Sebelumnya, 2.500 MDV telah masuk ke Batam.

“Dosis kedua sudah terjadwal, jadi sekarang vaksinasi untuk dosis kedua saja,” katanya.

Karena itu, Amsakar pesimistis target 70 persen warga dapat divaksin Covid-19 dapat dicapai dalam waktu dekat ini jika kondisi keterbatasan stok ini terus berlanjut.
Padahal, sebelumnya vaksinasi Covid-19 sudah menyasar pelajar yang berusia 12-17 tahun.

“Untuk pelajar saja masih tercapai 11 persen,” kata dia.

Sedangkan bulan ini, Batam dituntut harus menyukseskan vaksinasi pelajar 100 persen dan target 70 persen orang dewasa.

”Kendalanya bukan pada tenaga kesehatan. Melainkan, barang (vaksin) itu yang tidak ada, sulit memang rasanya agar pelajar 100 persen divaksin,” tutupnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA, YULITAVIA
Editor : RATNA IRTATIK