Bintan-Pinang

Wakil Ketua LAM Bintan: PPKM Mikro Pilihan Sulit yang Harus Didukung untuk Menurunkan Kasus Covid

Wakil Ketua LAM Bintan, M Idha (kiri) bersama Kadispar Bintan, Wan Rudy Iskandar. F.pribadi

batampos.id- Wakil Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan, M Idha mengatakan, pelaksanaan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Bintan sangat berdampak ke ekonomi masyarakat. Akan tetapi kebijakan ini harus didukung untuk menekan lonjakan kasus covid-19 khususnya daerah zona merah di Kabupaten Bintan yakni Kecamatan Bintan Utara dan Bintan Timur.

BACA JUGA: PPKM Mikro Sangat Memberatkan Pedagang, Omset Berkurang Jauh sejak Pembatasan Jam Malam

“Ini pilihan sulit yang harus didukung untuk menurunkan kasus covid,” katanya. Menurutnya, pembatasan kegiatan masyarakat apalagi pembatasan jam malam sangat memberatkan khususnya bagi pedagang menengah kecil. “Ujungnya akan berdampak ke ekonomi masyarakat,” katanya.

Advertisementjudul gambar

Dia mengatakan, acap kali menemukan anggota kepolisian dari Polsek Bintan Utara yang harus berhadapan dengan masyarakat ketika menjalankan aturan yang berkaitan pembatasan kegiatan masyarakat. “Ini juga pilihan sulit yang harus dilakukan aparat kepolisian, namun kita harus menghargai kerja mereka untuk melindungi kita dari ganasnya corona, terlebih ketika menegur mereka berlaku sopan dan humanis,” katanya

Bukan hanya itu, dia mengatakan, penyekatan sejumlah jalur jalan beberapa malam dilakukan oleh aparat Kepolisian dari Polsek Bintan Utara di Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam dan Teluk Sebong pun harus didukung.

Menurutnya, maksud dilakukan penyekatan jalur jalan agar masyarakat mengurangi bepergian atau keluar rumah. “Sebenarnya tujuan penyekatan ini agar masyarakat malas keluar rumah karena banyak jalur jalan yang disekat,” jelasnya.

Diharapkan dari penyekatan jalur jalan ini tidak terjadi kontak erat satu sama lain sehingga dapat menekan laju penyebaran covid-19. Namun dari kebijakan PPKM Mikro ini, dia sangat mengharapkan kepedulian dan perhatian pemerintah daerah untuk memberikan bantuan ke masyarakat. “Setidaknya sedikit bantuan dapat meringankan beban masyarakat selama pelaksanaan PPKM Mikro,” tukasnya. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul