Karimun

Indra Santo Dituntut Penjara 8 Tahun, Kasus Dugaan Korupsi PDAM Tirta Karimun

JPU Kejari Karimun Tiyan Andesta yang juga Kasipidsus mewakili Kajari Karimun ketika mendengarkan keterangan dari kedua terdakwa secara virtual melalui zoom di Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun pekan lalu. f.JPU KARIMUN

batampos.id – Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang kembali menggelar sidang kasus korupsi ditubuh PDAM Tirta Karimun dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kedua terdakwa dengan nomor perkara 4/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tpg terhadap terdakwa Joni Setiawan mantan Kabag Keuangan dan 5/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tpg terhadap terdakwa Indra Santo sebagai mantan Direktur PDAM Tirta Karimun, Selasa (14/7/2021) sore.

BACA JUGA: Joni Mengaku Perbuatannya Atas Perintah Direktur PDAM Tirta Karimun Indra Santo di Sidang Kasus Dugaan Korupsi PDAM Tirta Karimun

”Pembacaan tuntutan terhadap kedua terdakwa, yaitu terdakwa Indra Santo kita tuntut pidana penjara 8 tahun denda Rp200 juta, dengan subsider 6 bulan kurungan uang pengganti Rp1 miliar pidana pengganti 1,6 tahun,” jelas JPU Kejari Karimun Tiyan Andesta yang juga Kasipidsus mewakili Kajari Karimun, Rabu (14/7/2021).

Advertisementjudul gambar

Sedangkan, untuk terdakwa Joni Setiawan juga dilakukan pembacaan tuntutan pidana penjara selama 8 tahun denda Rp200 juta. Subsider 6 bulan kurungan uang pengganti Rp600 juta dengan pidana pengganti 1 tahun. Dikarenakan, Pengadilan Negeri Tipikor berada di Tanjungpinang yang saat ini PPKM Darurat maka pelaksaan sidang dilakukan secara virtual.

”Sidang tetap berjalan, cuman kita tidak langsung. Hanya dilakukan secara virtual, JPU di kantor Kejaksaan Karimun. Sedangkan, kedua terdakwa di Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun,” terangnya.

Sementara sidang pekan depan akan diagendakan pembacaan pledoi dari kuasa hukum kedua terdakwa. Dari YLBHK Duta Keadilan Indonesia yang kemungkinan dilaksanakan secara virtual. ”Kita lihat sidang nantilah. Biasa sidang hari Selasa, pekan depan dimajukan hari Rabu,” ungkapnya.

Seperti berita sebelumnya, beberapa saksi mulai dari wakil rakyat, pengawas, auditor dari Inspektorat Karimun dan saksi lainnya sudah dihadirkan dalam persidangan. Dan, terakhir keterangan saksi dari kedua terdakwa yang membantah temuan dari Inspektorat Rp4,9 miliar yang merugikan negara.

Sidang Tipikor tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua majelis hakim Muh Djauhar Setyadi dan dua angota hakim Weninanda serta Albiferri. (*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : TUNGGUL