Covid-19

Masyarakat Harus Berperan Aktif Cegah Penularan

Petugas melakukan pemeriksaan kartu tanda pengenal dan kartu vaksin saat pelaksanaan PPKM darurat di simpang Baloi Center, Rabu (17/7).Dalam pelaksanaan PPKM darurat satgas Covid-19 melakukan penyekatkan jalan di sejumlah titik dikota Batam. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Tiga hari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Batam, belum ada tanda-tanda kasus positif Covid-19 melandai. Angka positif harian dan angka kematian masih tinggi. Bahkan, tingkat keterisian ruang isolasi maupun ICU (BOR Isolasi & BOR ICU) di atas 83 persen dan kasus aktif mendekati 3.000 kasus.

Kasus harian positif dalam 24 jam pada Rabu (14/7) kemarin atau tepat di hari ketiga PPKM darurat, mencapai 213 orang. Dari jumlah ini, 137 orang bergejala ringan hingga berat dan hanya 59 yang tanpa gejala, 15 kasus kontak dengan pasien Covid-19, serta dua kasus tanpa kontak dan bukan habis melakukan perjalanan.

Jika dicermati lagi, data Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam, angka kematian sepanjang Juli atau tepatnya 14 hari (1-14 Juli), tercatat 108 pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Angkanya sangat tinggi jika dibandingkan angka kematian secara keseluruhan yang merupakan akumulasi kasus dari sejak pertama pandemi hingga saat ini 408 orang. Sebab, 108 orang meninggal ini terjadi hanya dalam 14 hari saja dalam buln Juli ini.

Advertisementjudul gambar

”Total ada 17.609 kasus Covid-19 di Batam dan kasus aktif saat ini mencapai 2.980 orang. Jadi mohon, peran aktif masyarakat sama-sama mencegah penularan virus ini agar kasus bisa turun,” ujar ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.

Selanjutnya, pasien yang dirawat juga terus bertambah. Dari 2.980 kasus aktif atau dirawat, 2.100 pasien isolasi mandiri, 565 lainnya dirawat di rumah sakit Covid-19, dan sebanyak 315 dirawat di Asrama Haji.

58 Penumpang dari Padang Jalani PCR

Sementara itu, diduga salah satu penyebab tingginya penyebaran Covid-19 di Batam maupun wilayah Kepri lainnya adalah pendatang dari daerah zona merah di berbagai wilayah di Indonesia. Apalagi sebelum PPKM darurat diberlakukan, arus penumpang di bandara maupun pelabuhan laut sangat longgar syarat masuknya. Hanya membawa surat bebas Covid-19 dengan menggunakan rapid test biasa atau GeNose yang disebut-sebut akurasinya rendah.

Baru pada pengetatan PPKM mikro lalu PPKM darurat, surat keterangan bebas Covid-19 dengan sistem uji PCR menjadi syarat wajib. Itupun masih ada yang melanggar dengan hanya berbekal surat keterangan bebas Covid-19 menggunakan uji antigen.

Seperti yang terjadi pada penerbangan dari Padang ke Batam, Senin (12/7) lalu. Ada 58 penumpang yang hanya berbekal surat negatif Covid-19 hasil uji antigen. ”Iya, dari 113 orang penumpang, setelah di-screening ada 58 orang tidak membekali diri dengan negatif PCR,” kata Dansatgas Covid Bandara Hang Nadim, Mayor Lek Wardoyo, kemarin.

Beberapa pihak cukup heran, sebab surat edaran ini sudah disosialisasikan sebelumnya. Tapi, tetap saja ada penumpang yang bisa lolos ke Batam menggunakan negatif antigen.

Setelah ditelusuri, para penumpang mengakui dapat terbang setelah mendapatkan validasi dari petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Padang. Pihak maskapai Citilink yang membawa 113 penumpang ini mengaku bahwa SE Wali Kota Nomor 32 Tahun 2021 itu sudah disosialisasikan kepada perwakilan maskapai tersebut seluruh Indonesia.

Tim Satgas Covid-19 Hang Nadim mengkonfirmasi hal ini ke KKP Padang. Pihak KKP Padang ternyata masih berpegang SE Satgas Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021, yang membolehkan ke daerah selain Jawa dan Bali, menggunakan negatif rapid test antigen saja. KKP Padang tidak menggunakan SE Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam.

”Kami harus swab penumpang yang tidak memiliki dokumen negatif PCR ini, dengan mendatangkan petugas dari RSKI Galang,” ungkap Wardoyo.

Biaya PCR ini, kata Wardoyo, ditanggung oleh masing-masing penumpang. Karena ramainya penumpang, tes swab baru selesai dilakukan Rabu dini hari. ”Para penumpang ini sudah kami data, apabila positif akan dijemput ke rumahnya masing-masing,” ungkapnya.

Hingga Rabu sore, dari 58 orang ini sudah keluar hasilnya sebanyak 24 orang dengan hasil negatif Covid-19. (*)

Reporter : RENGGA YULIANDRA
FISKA JUANDA
Editor : MOHAMMAD TAHANG