Metropolis

Pasokan Sembako Cukup untuk Enam Pekan

Penjual dan pembeli di Pasar Toss 3000, Lubukbaja, Rabu (14/7). Disperindag Batam menyebut stok bahan pangan aman untuk enam pekan ke depan. (Iman Wachyudi/ Batam Pos)

batampos.id – Rencana memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat selama enam pekan ke depan bergulir. Hal ini dikhawatirkan berdampak terhadap pasokan komoditas kebutuhan pokok di Batam.

Pasalnya, mayoritas kebutuhan bahan pangan berasal dari Pulau Jawa, Sumatra dan Bali serta beberapa daerah lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, mengatakan, pasokan saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk juga elpiji.

Advertisementjudul gambar

Ia menyebutkan, ada 40 titik pasar yang menyuplai kebutuhan masyarakat Kota Batam. Sehingga, tidak perlu khawatir akan kebutuhan selama satu bulan ke depan.
Hal ini dipastikan usai mendapat informasi dari distributor yang selama ini mendatangkan komoditas bahan pangan ke Batam.

”Tim sudah cek ke pasar-pasar dan ke distributor langsung. Pasokan daging aman dan cukup. Untuk harga di pasaran memang ada sedikit bergejolak, namun masih dalam batas normal. Saya sudah minta distributor untuk memastikan pasokan ke pasar lancar,” ujarnya.

Selama PPKM Darurat, tim yang terdiri dari Satpol PP Batam juga sudah turun ke Pasar Tos 3000 guna memastikan penerapan aturan dengan jaga jarak, dan mengatur lalu lalang pembeli, hal ini bertujuan untuk menekan kerumunan di pasar.

”Tim turun dari pukul 23.00 WIB hingga 04.00 dini hari untuk mengatur lapak pedagang ini. Kami sudah semaksimal mungkin mengatur dan memantau keadaan di pasar. Namun kalau masih terjadi kerumunan, kami juga sudah tegur. Namanya juga pasar, sulit memang untuk mereka patuh, tapi kami tetap upayakan,” bebernya.

Adanya penyekatan ini memang sedikit dikeluhkan distributor, karena mereka kesulitan saat akan mendistribusikan barang ke wilayah-wilayah yang ada di seluruh Batam. Dikhawatirkan terjadi keterlambatan barang sampai di tempat tujuan.

”Tadi (kemarin) sudah dirapatkan dan perlu dimatangkan. Mereka akan dikasih surat keterangan kerja, sehingga memudahkan mereka Untuk mengantarkan kebutuhan bahan pokok di Kota Batam ini,” ujarnya.

Gustian memastikan, selama enam pekan ke depan stok kebutuhan pokok di Batam cukup. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan distributor terkait pengiriman bahan kebutuhan dari luar. Pulau Jawa menjadi pemasok terbesar. Hampir semua kebutuhan didatangkan dari Pulau Jawa.

”Sejauh ini belum ada kendala. Namun, misalnya ada perpanjangan PPKM darurat selama enam pekan ke depan, pasti distributor sudah punya planning (rencana), sebab selama ini untuk komoditas juga merupakan prioritas dan mendesak, sehingga harus disegerakan,” terangnya. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : RATNA IRTATIK