Metropolis

Puluhan Toko Pilih Tutup

Sejak PPKM Darurat, Pengunjung Pasar Turun 50 Persen

Toko-toko di pusat perbelanjaan di kawasan Nagoya, Lubukbaja, tutup sementara selama PPKM darurat yang dimulai pada Senin (12/7) lalu. (Iman Wachyudi/Batam Pos)

batampos.id – PPKM darurat juga berimbas terhadap tutupnya puluhan toko di kawasan Nagoya. Tak hanya itu, pengunjung pasar seperti di TOS 3000, juga sepi pengunjung.

Pantauan Batam Pos, Rabu (14/7), puluhan toko di kawasan Kompleks Bumi Indah, Nagoya, tampak tutup. Penutupan terlihat sejak hari pertama PPKM darurat.

“Sudah dari hari Senin tutup. Lagian kalau dibuka, sama sekali tidak ada pembeli,” ujar Amin, pemilik toko tas di Kompleks Bumi Indah, Nagoya, Rabu (14/7) siang.

Advertisementjudul gambar

Ia menjelaskan, sebelum aturan PPKM darurat, pengunjung tokonya sudah menurun drastis. Dalam sehari, ia hanya melayani 5-10 pembeli.

“Selama (wabah virus) Corona jual beli sangat sepi. Kalau dibuka juga nambah biaya saja, listrik, gaji karyawan,” katanya.

Untuk menyiasati aturan PPKM darurat ini, ia menawarkan barang dagangannya tersebut melalui online.

“Sekarang daripada buka toko, lebih untung dari online. Mudah-mudahan kondisi ini cepat berlalu,” ungkapnya.

Kondisi yang sama juga terlihat di Pasar Tos 3000. Pengunjung di pasar ini menurun drastis mencapau sekitar 50 persen.

“Hari ke tiga (PPKM darurat) sama dengan hari pertama. Sangat sepi,” kata Rian, pedagang ayam di di Pasar Tos 3000.

Ia mengaku, pengunjung pasar ramai hanya sampai pukul 06.00 WIB. Pengunjung didominasi pedagang eceran. “Yang belanja orangnya itu-itu saja. Orang yang berjualan lagi, bukan ibu-ibu rumah tangga,” katanya.

Menurut dia, sepinya pengunjung pasar karena diberlakukannya penyekatan di ruas jalan oleh petugas. Sehingga, para pengunjung enggan untuk berbelanja. “Lagian sampai jam 8 pagi sudah ada petugas di jalan. Banyak pengakuan yang berbelanja itu, sering disuruh putar balik ke rumah,” tutupnya.

Gunakan Sistem Belanja Titip ke Tetangga

PPKM darurat yang sudah berjalan sejak, Senin (14/7) lalu, mulai mengubah kebiasaan sebagian warga di Batuaji dan Sagulung. Mereka mulai menerapkan sistem titip belanja barang kebutuhan dapur ke tetangga yang sehat dan telah mengantongi sertifikat vaksin.

Misalnya, satu ibu mewakili ibu-ibu yang lain pergi ke pasar untuk berbelanja sayur ataupun lauk pauk. Mereka tak lagi pergi barengan karena ada larangan dan pengetatan protokol kesehatan melalui penyekatan oleh petugas gabungan.

“Ada lima orang ini yang nitip belanja ke saya (pagi kemarin). Hari Senin kemarin, sempat kami barengan (ke pasar) tapi dilarang petugas. Hanya satu yang dibolehkan ke pasar, yang lainnya titip saja, sejak itu kami sepakat untuk saling titip saja,” ujar Santi, warga Marina yang dijumpai di pasar Fanindo, Rabu (14/7).

Senada disampaikan Sumarni, warga Kaveling Saguba yang dijumpai di pasar Sagulung. Dia menerima titipan belanjaan dari tetangganya yang kebetulan kurang sehat dan yang belum divaksin. Dia mengaku ikhlas sebab itu untuk kebaikan bersama.

“Tiga orang yang nitip tadi buat beli ikan dan sayur. Tak apa, demi mengurangi keramaian di pasar. Khawatir juga karena semakin banyak yang meninggal karena Covid-19,” ujarnya.

Hal itu diapresiasi petugas pelaksana pengawasan PPKM darurat di lapangan. Mereka berharap ini jadi inspirasi bagi ibu-ibu atau kelompok masyarakat yang lainnya agar mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama pasar ataupun pusat keramaian lainnya.

“Selagi tidak saling merugikan bagus itu, biar tidak ramai di pasar. Itu yang diharapkan pemerintah,” kata Kapolsek Batuaji, Kompol Danniel Ganjar Kristanto.

Begitu juga dengan Camat Batuaji, Ridwan, yang menyebut langkah itu tepat demi kesehatan keluarga di rumah dan masyarakat lain di sekitarnya. Penerapan PPKM darurat tujuannya untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah.

“Semoga kesadaran masyarakat Batuaji semakin baik ke depannya, demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” katanya. (*)

Reporter : YOFI YUHENDRI
EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK