Nasional

Sekuriti Perumahan Rosedale Bantah Halangi Penyidik Lakukan Penggeledahan

Koordinator keamanan Perumahan Rosedale Suyanto saat memberikan keterangan kepada pers di Batam Centre, Selasa (13/7). (Istimewa)

batampos.id – Pihak keamanan (Sekuriti) Perumahan Rosedale, Batam Center menyangkal pernyataan kuasa Hukum Tjong Alex Leo Fensury, C. Suhadi yang menyebutkan pemilik rumah menghalangi penggeldeahan yang dilakukan penyidik Polda Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (9/7/2021).

Bahkan pihak keamanan Perumahan Rosedale mengungkap sejumlah fakta terkait penggeledahan rumah mewah milik Exsan Fensury di Blok F No.15 Perumahan Rosedalle, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota itu.

Koordinator keamanan Perumahan Rosedale, Suyanto membenarkan adanya tim penyidik dari Polda Sumut berjumlah tiga orang datang ke alamat tersebut untuk melakukan penggeledahan.

Advertisementjudul gambar

Namun ungkap Suyanto, saat itu penyidik yang dipimpin oleh Kompol Zamah tidak bisa masuk ke rumah dan melakukan penggeledahan karena pemilik rumah sedang di luar kota.

“Saya sudah koordinasi dengan pemilik rumah lewat telepon di depan penyidik, namun ternyata sang pemilik rumah sedang di Kabupaten Lingga untuk urusan bisnis. Sehingga tim penyidik didampingi Sekretaris Kelurahan dan tim keamanan perumahan tidak bisa masuk ke dalam rumah,” ungkap Suyanto didampingi oleh Chief Sekuritinya, Ibrahim, Selasa (13/7/2021).

Melihat kondisi tersebut, Suyanto mempertanyakan kepada penyidik apakah kasusnya menyangkut terorisme atau pembunuhan, namun penyidik menjawab kasus tersebut menyangkut pemalsuan surat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagaimana dilaporkan oleh Tjong Alex Leo Fensury selaku Direktur PT Sumber Prima Lestari (SPL) yang juga merupakan kakak dari pihak terlapor.

“Karena kami melihat kasusnya bukan emergency, maka kami tidak memberikan izin untuk masuk secara paksa. Singkat cerita kemudian tim penyidik secara suka rela pamit meninggalkan lokasi,” terang pensiunan polisi ini.

Fakta lainnya, tidak ada upaya intervensi, tidak kooperatif apalagi menghalang-halangi penggeledahan yang dilakukan penyidik oleh orang suruhan dari pemilik rumah. Sehingga pihak penyidik tertahan dan tidak bisa masuk ke dalam rumah.

Karena kata Suyanto, pihaknya memfasilitasi pihak penyidik dari Polda Sumut dengan sangat kooperatif, bahkan ia mengambil inisiatif menghubungi pihak RT RW setempat dan pemilik rumah.

“Kita fasilitasi penyidik, kita tidak intervensi tapi kenyataannya pemilik rumah sedang di Kabupaten Lingga sehingga penyidik tidak bisa masuk dan melakukan penggeledahan sebagaimana surat tugas yang ditunjukkan ke kami,” terang Suyanto lagi.

Saat itu juga, katanya Ketua RT dan RW sedang kerja, namun waktu itu datang pihak dari Kelurahan Teluk Tering. Namun tetap saja tidak bisa dilakukan penggeledahan karena tidak ada pemilik rumah, tidak ada emergency yang mengharuskan kita masuk secara paksa dalam rumah,” tegasnya.

Exsan Fensury sendiri merupakan warga yang sudah lama tinggal perumahan tersebut. Bahkan dikenal akrab oleh masyarakat sekitar apalagi pihak keamanan setempat.

Tidak hanya itu, Exsan Fensury pernah menjabat sebagai Ketua RT 2 di perumahan tersebut. Namun karena kesibukan bisnisnya yang mengharuskan ia harus pulang pergi ke kabupaten lain di Provinsi Kepri. Ia kemudian tidak ingin lagi dipilih pada periode selanjutnya.

Seperti diberitakan sejumlah media online sebelumnya, rumah pengusaha ternama Kota Batam, Exsan Fensury yang terletak di perumahan Rosdale Blok F No.15 Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, digeledah tim penyidik Polda Sumut. Penggeledahan yang dilakukan itu diketahui telah berlangsung Jumat (9/7/2021), pukul 14.30 WIB.

Namun, saat akan dilakukan penggeledahan, penyidik Polda Sumut sempat tertahan karena adanya upaya penghalangan dari beberapa oknum suruhan dari pihak terlapor Exsan Fensury selaku Komisaris PT Sumber Prima Lestari (PT SPL).

Penggeledahan tersebut berlangsung atas dasar laporan yang dilayangkan Tjong Alex Leo Fensury selaku Direktur PT SPL dan juga kakak dari pihak terlapor.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Tjong Alex Leo Fensury, C.Suhadi menyayangkan adanya tindakan interfensi dan tidak kooperatif. Bahkan, dijelaskannya bahwa tindakan tersebut juga dapat masuk ke dalam ranah pidana baru.

“Ada dugaan tindakan-tindakan arogansi di sini, karena dia melakukan intervensi terhadap pihak kepolisian melalui oknum suruhannya,” kata Suhadi melalui telepon selulernya kepada wartawan.

Disebutkannya, kasus ini berawal ketika kakak adik ini mendirikan PT SPL dengan kedudukan saham 50-50. Dalam posisi jabatan perusahaan itu, Tjong Alex Leo Fensury menjabat sebagai Direktur untuk menjalankan PT SPL, sedangkan Exsan Fensury menjabat sebagai Komisaris dan mengelola keuangan PT SPL.

Namun, sejak berdiri dari tahun 2007 ternyata Exsan sebagai yang mengelola keuangan tidak menerapkan open manajemen, karena uang perusahaan tidak pernah dilaporkan kepada Direktur. Kemudian diduga terdapat uang perusahaan yang hilang atau tidak bisa dipertanggung jawabkan sekitar Rp 2,4 miliar lebih.

“Sehingga pada 14 November 2014 pak Alex sebagai Direktur mengajak untuk Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), akan tetapi RUPS tidak terlaksana karena alasan Exsan yang tidak mau berbagi,” ucapnya.

Lanjut Suhadi, hasil RUPS yang belum sempurna juga telah digunakan oleh Exsan seolah-olah telah ada RUPS. Dan data palsu itu digunakannya pada saat masalah ini bergulir di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan.

Berdasarkan data-data pada suatu keadaan palsu, Alex melaporkan masalah ini ke Polda Medan dengan pasal 263 Ayat 2 KUHP dan kemudian perkara bergulir ke penyidikan.

“Namun, lagi-lagi Exsan tidak kooperatif karena barang bukti yang sudah ditandatangani tidak pernah mau diserahkan dan akhirnya Polda Medan melakukan penggeledahan kediaman Exsan guna mengambil dokumen tersebut,” ujarnya. (*)

Reporter:  Iman Wachyudi
Editor: Jamil Qasim