Bintan-Pinang

Warga Keberatan Bayar Rp150 Ribu untuk Tes Antigen di Penyekatan Perbatasan Tanjungpinang – Bintan

Seorang warga yang hendak melintasi Bintan dari Tanjungpinang harus menjalani rapid test antigen di perbatasan Tanjungpinang Bintan di Km 16 Toapaya, Bintan. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id- Sejumlah warga mengeluhkan penyekatan di perbatasan Tanjungpinang dan Bintan. Soalnya, warga yang hendak ke Tanjungpinang atau Bintan, selain harus menunjukkan kartu vaksin, juga harus menjalani rapid test antigen. “Memberatkan sekali karena rapid test antigen bayar Rp 150 ribu,” ujar Jon Kenedy, warga Air Raja, Tanjungpinang namun memiliki usaha es buah di Km 16 Toapaya, Bintan. Akibat penyekatan ini, Jon mengaku dilema. Dia harus memutuskan melanjutkan berjualan atau berhenti sementara.

BACA JUGA: Pintu Perbatasan Pinang-Bintan Makin Diperketat, Wajib Bawa Antigen atau Tes di Posko Penyekatan

“Belum tahu apakah lanjut jualan atau berhenti dulu karena dihitung-hitung penghasilan sehari tidak menentu, sedangkan sekali rapid test antigen biayanya Rp 150 ribu,” katanya.

Advertisementjudul gambar

Pedagang kedai kopi di Km 16 Toapaya, Bintan, Desi Arisanti mengeluhkan hal serupa. Dia merasa keberatan dengan kebijakan pemerintah daerah mewajibkan masyarakat yang melintas di perbatasan Tanjungpinang atau Bintan melakukan rapid test antigen.

“Saban hari kami bolak-balik Tanjungpinang – Bintan, duh pasti berat karena harus menunjukkan surat vaksin dan rapid test antigen,” ujarnya. Dikatakannya, pandemi berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Terlebih pengetatan PPKM sekarang membuat ekonomi masyarakat semakin terpuruk.

“Kita yang memiliki usaha bisa bertahan sudah syukur,” ujarnya. Dia berharap, kebijakan pengetatan PPKM khususnya bagi masyarakat Bintan dan Tanjungpinang dapat ditinjau kembali.

“Tidak sedikit masyarakat Tanjungpinang bekerja atau memiliki usaha di Bintan, begitu juga masyarakat Bintan bekerja di Tanjungpinang. Pemerintah harus carikan solusilah, terlebih Tanjungpinang Bintan masih dalam satu pulau,” katanya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul