Metropolis

Diendus Anjing Pelacak, Ganja 1 Kg Dibalut Baju

Diselundupkan Dalam Paket Kiriman Tujuan Makassar

Barang bukti narkotika jenis ganja yang diamankan petugas Bea Cukai Batam di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) PK. (Undani untuk Batam Pos)

batampos.id – Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ganja. Barang haram seberat 1,0508 gram tersebut rencananya akan dikirimkan ke Ujungpandang, Makassar.

Kepala Seksi Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Undani, mengatakan, pengungkapan ini terjadi di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) PK. Dimana, anjing pelacak K-9 mengendus kecurigaan terhadap barang haram tersebut di salah satu paket kiriman.

“Kronologi berawal dari kegiatan rutinitas Tim K-9 Bea Cukai Batam yang memeriksa barang yang akan dikirimkan keluar Batam,” ujar Undani, kemarin.

Advertisementjudul gambar

Undani menjelaskan, modus penyelundupan tersebut dengan menyebutkan paket berisikan baju dan makanan. Ganja itu dimasukkan ke dalam 2 bungkus plastik dan kemudian dibalut baju.

“Berdasarkan kecurigaan itu, petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan dua bungkus plastik yang berisi rajangan daun dan biji yang mencurigakan. Atas temuan barang tersebut, kemudian dibawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Oleh petugas, kata Undani, barang temuan itu dilakukan uji laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa barang tersebut mengandung senyawa cannabinol dan delta-9 tetra hydro cannabivarian yaitu senyawa yang terdapat dalam marijuana atau ganja.

“Dari paket itu, barang akan diterima seorang pria berinisial F. Dan pengirim paket diketahui pria berinisial A,” ungkapnya.

Undani menambahkan, barang bukti tersebut kemudian diserahkan ke Polda Kepri untuk penyelidikan lebih lanjut. upaya penyelundupan tersebut dapat dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, serta pidana denda maksimum Rp 10 miliar.

“Berkasnya diserahkan ke teman kepolisian di Polda. Termasuk pengejaran terhadap pengirim,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI
Editor: RATNA IRTATIK