Covid-19

Ibadah di Rumah agar Terhindar dari Wabah

Pendistribusian Daging Kurban Diantar ke Rumah Warga

Ilustrasi. Ribuan jemaah usai mengikuti Salat Iduladha di Masjid Sultah Mahmud Riayat Syah, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (31/7/2020). Tahun ini, Salat Iduladha akan digelar di rumah warga masing-masing. (Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.id – Pemerintah mengimbau umat Islam untuk melaksanakan salat Iduladha 2021 di rumah bersama keluarga. Alasannya, sedang ada kebijakan PPKM darurat pasca peningkatan jumlah orang yang terinfeksi Covid-19.

Langkah ini seharusnya mengurangi momentum pertumbuhan infeksi virus corona dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan, tidak ada perbedaan antara salat Iduladha di rumah dengan berjemaah di masjid. Umat Islam tetap melaksanakan salat dua rakat seperti biasanya. Untuk membantu pelaksanaan salat, sudah ada edaran yang mengatur, agar ibadah tetap bisa dilakukan meskipun hanya di rumah saja.

Advertisementjudul gambar

”Sama semua, untuk khotbah boleh dilaksanakan atau tidak, itu tergantung keluarga di rumah. Intinya, ibadah tetap dilaksanakan meskipun di tengah pembatasan yang terjadi saat ini,” kata Zulkarnain, Rabu (14/7).

Ia menyebutkan, panduan beribadah di rumah sama dengan ketika ibadah di masjid yaitu membaca niat, takbiratul ihram, takbir sebanyak 7 kali, membaca surat Al-Fatihah diikuti ayat pendek, ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara 2 sujud, sujud kedua, bangkit dari sujud dan takbir, takbir sebanyak 5 kali, membaca surat Al-Fatihah diikuti ayat pendek, ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara 2 sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir, lalu salam.
Pemerintah, lanjutnya, ingin melindungi rakyat dari paparan Covid-19. Tingkat kasus di Batam masih cukup tinggi, untuk itu perlu tindakan yang bisa melindungi warga dari wabah ini.

Sementara, untuk proses penyembelihan hewan kurban, saat ini pihaknya masih mendata panitia yang akan mendapatkan vaksin. Ia berharap, semua panitia kurban sudah divaksin sebelum hari penyembuhan. Tujuannya, untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat.

”Selama ini kami kan tidak pernah mendata panitia kurban. Sebab, itu tergantung jumlah hewan kurban di masing-masing masjid. Ini baru pertama kali, jadi kami belum ada perkiraan untuk total panitia ini,” ujarnya.

Selain itu, dalam mendistribusikan daging kurban, panitia juga menggunakan layanan antar ke rumah warga. Hal ini untuk menghindari kerumunan akibat antrean warga untuk mengambil daging.

”Diantar langsung ke rumah. Prosesnya kami cepat saja, jangan ada yang ke masjid buat jemput daging, nanti akan diantar langsung petugas,” imbuhnya.

Disinggung mengenai jumlah hewan kurban tahun ini, Zulkarnain mengatakan belum ada data yang masuk dari kecamatan. Menurutnya, masih ada waktu sekitar lima hari ke depan untuk mendata jumlah sapi dan kambing yang dikurbankan tahun ini.

”Kondisi memang sulit, namun masih ada yang berkurban. Kami sangat apresiasi niat berbagi masyarakat di tengah pandemi ini,” tutupnya. (*)

Reporter : YULITAVIA,
Editor : RATNA IRTATIK