Politika

Komisi VI DPR Sebut Obat Gratis Pasien Covid-19 Harus Dibagikan Transparan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung meminta kebijakan pembagian obat Covid-19 secara gratis harus dilakukan dengan mekanisme yang baik dan transparan. (dok JawaPos.com)

batampos.id – Langkah Presiden Joko Widodo untuk membagikan paket vitamin dan obat gratis bagi pasien Covid-19 bagi pasein yang melakukan isolasi mandiri (Isoman), disambut baik Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung. Kebijakan itu menurutnya harus dilakukan dengan mekanisme yang baik dan transparan.

“Ini adalah langkah yang sudah kita tunggu-tunggu. Kami di Komisi VI DPR RI pada rapat dengan BUMN Farmasi 7 Juli yang lalu sudah menyuarakan agar ada paket obat dan vitamin gratis yang dibagikan di zona-zona merah. Dengan kebijakan Presiden ini, maka sudah jelas perintahnya dan harus dijalankan dengan mekanisme yang baik dan transparan,” ungkap Martin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/7).

Presiden juga mengatakan, pada tahap pertama sejumlah 300.000 paket obat akan dibagikan di Pulau Jawa dan Bali kepada para pasien Covid-19 dengan berbagai jenis gejala.

Advertisementjudul gambar

Terkait dengan jumlah tersebut, Ketua DPP Partai Nasdem itu mengatakan bahwa produksi obat-obatan dan vitamin saat ini di BUMN Farmasi sudah cukup masif.

“Rata-rata obat-obatan dan vitamin diproduksi pada kisaran 7-9 juta tablet untuk tiap jenisnya. Karena itu, saya mendorong agar paket obat dan vitamin gratis yang diinstruksikan Presiden itu bisa ditingkatkan. Sebab, kebutuhan penderita Covid dengan berbagai jenis itu kisarannya 4-5 juta tablet. Jadi, stok masih sangat cukup,” ujar Martin.

Lebih lanjut, Legislator Dapil Sumatera Utara II ini juga mengatakan, pembagian paket obat dan vitamin gratis secara masif akan menjadi intervensi pasar yang membuat spekulan tidak bisa bermain.

“Bila kita bisa cepat bagikan jutaan paket obat dan vitamin secara gratis, maka otomatis akan mempengaruhi harga pasar. Harga yang melambung tinggi itu akan segera turun, sehingga ke depannya harga obat-obatan dan vitamin akan kembali normal. Ini bentuk intervensi pasar yang harus segera dilakukan,” tutup Martin. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim