Covid-19

Komisioner Bawaslu Meninggal Terpapar Covid-19

Nopialdi, Anggota Bawaslu Batam (paling kanan) mengenakan baju warna hitam semasa hidup. (Dokumentasi Bawaslu untuk Batam Pos)

batampos.id – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batam, Nopialdi, meninggal dunia setelah hampir dua pekan menjalani perawatan di rumah sakit akibat terpapar Covid-19. Pria yang akrab disapa Aldi ini menghembuskan nafasnya di RSBP Batam, Sekupang, Kamis (15/7).

Komisioner Bawaslu Batam, Mangihut Rajagukguk mengatakan, awalnya Aldi dirawat di RSUD Embung Fatimah, kemudian dipindahkan ke RSBP Batam di Sekupang.

Ia membenarkan Aldi meninggal karena terpapar Covid-19. Selain itu, rekan kerjanya ini juga ada penyakit bawaan, yaitu hipertensi.

Advertisementjudul gambar

Nopialdi sendiri dikenal sangat baik dan ramah. Selama bertugas di Bawaslu, ia aktif dan rajin turun ke lapangan untuk mengawasi jalannya pelaksanaan pesta demokrasi.

ā€¯Beliau sangat baik, selama bertugas di Bawaslu kami merupakan tim yang baik. Kami sangat kehilangan sekali,” ujar Mangihut.

Mangihut juga menyampaikan duka mendalam untuk keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan atas kepergian salah satu rekan terbaiknya ini.

“Saya lagi mau menuju pemakaman. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan iklas, dan beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Komisioner KPU Batam, Jernih Siregar menyampaikan turut berduka cita untuk keluarga yang ditinggalkan. Beberapa waktu lalu memang kondisi beliau mengalami penurunan. Bahkan sempat membutuhkan donor darah plasma selama menjalani perawatan.

“Ini masih di RS lagi dimandikan, dan menunggu disalatkan, setelah itu langsung dibawa ke Sei Temiang. Beliau orangnya baik dan mudah bergaul. Selama jalannya Pemilu kami banyak komunikasi juga. Semoga keluarga tabah,” ujarnya.

Positif Covid-19, 26 PMI Dievakuasi ke RSKI
Sementara itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam kembali mengevakuasi 26 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari lokasi karantina Rusunawa ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI), Galang, Kamis (15/7). Ke-20 PMI ini terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga perlu penanganan yang lebih lanjut.

Total PMI yang menjalani karantina di Rusunawa saat ini masih ada sekitar 320-an orang. Sehari sebelumnya jumlah PMI yang dikarantina di sana sebanyak 447 orang, namun hasil swab kedua yang keluar pada Kamis (15/7) menunjukan bahwa sebagian PMI negatif atau bebas dari Covid-19.

“Yang negatif dan sudah diperbolehkan pulang (kembali ke daerah asal) ada 90-an orang, yang positif ada 26 orang dan sudah dievakuasi ke RSKI. Sisa PMI yang dikarantina sekitar 320 an orang,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan PMI di lokasi karantina Rusunawa di Tanjunguncang, Kamis (15/7).

Para PMI yang masih menjalani karantina umumnya menanti hasil swab kedua. Jika swab kedua negatif mereka juga diperbolehkan kembali ke daerah asal masing-masing. Begitu juga sebaliknya jika positif maka harus dirawat terlebih dahulu. (*)

Reporter : YULITAVIA
EUSEBIUS SARA
Editor : RYAN AGUNG