Metropolis

Pelni Tetap Angkut Penumpang

Wajib Sertakan Dokumen PCR dan Sertifikat Vaksin Covid-19

Kapal Pemandu Pelindo saat memandu Kapal Pelni yang akan bersandar di Pelabuhan Batuampar, belum lama ini. Saat PPKM darurat di Batam, Pelni tetap mengangkut penumpang. (Iman Wachyudi/Batam Pos)

batampos.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam masih tetap melayani pengangkutan penumpang selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Namun, pihak Pelni memperketat syarat dan protokol kesehatan (prokes) baik bagi penumpang yang datang maupun berangkat.

Kepala Pelni Cabang Batam, Kapten Agus, mengatakan, pengguna kapal Pelni semua tujuan wajib melampirkan sertifikat vaksin Covid-19 dan surat keterangan negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam dan RT-antigen maksimal 1×24 jam terakhir.

”Kami masih beroperasi. Aturan terbaru ini terkait perjalanan dengan transportasi laut diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” ujarnya, Kamis (15/7).

Advertisementjudul gambar

Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 44 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Laut Dalam Masa Pandemi Covid-19 ini menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai 3 hingga 20 Juli 2021. Aturan ini juga sejalan dengan SE Ketua Satuan Tugas Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

”Penumpang dengan dokumen lengkap, seperti sertifikasi vaksin dan RT-PCR sudah validasi, ya monggo dipersilakan naik kapal,” ungkapnya.

Aturan ini sudah dimulai sejak dikeluarkannya SE Menteri Perhubungan Nomor 44 Tahun 2021. Selain itu, bagi pelaku perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta Bali, wajib menunjukkan kartu vaksin, bagi pelaku perjalanan di luar Jawa dan Bali, tidak diwajibkan untuk mengantongi sertifikat vaksinasi namun tetap harus melampirkan hasil keterangan negatif RC PCR Test (2×24 jam) atau negatif antigen (1×24 jam).

”Untuk pelayaran perintis tidak diwajibkan, namun disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing,” sambung Kapten Agus.

Berikut ini jadwal pelayaran kapal Pelni sepanjang Juli 2021; KM Bukit Raya pada Jumat (16/7) datang dari Tanjungpriok tujuan Letung-Tarempa-Tarempa-Mindai-Serasan.
KM Kelud pada Minggu (18/7) dari Tanjungpriok tujuan Tanjungbalai Karimun-Belawan. KM Bukit Raya, Selasa (20/7) dari Letung tujuan Blinyu-Tanjungpriok. KM Kelud, Rabu (21/7) dari Belawan tujuan Tanjungpriok. KM Kelud, Minggu (25/7) dari Priok tujuan Tanjungbalai Karimun-Belawan. KM Kelud, Rabu (28/7) Belawan tujuan Priok.

Banyak Agen Kapal Berhenti Operasi

Kapolsek KKP Polresta Barelang, AKP Budi Hartono, mengatakan, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Batam, sejumlah agen kapal feri memilih tidak beroperasi. Hal ini dilakukan karena sepinya penumpang.

”Kapal masih tetap jalan. Cuma beberapa agen kapal off (tutup sementara), operasional tidak mencukupi karena penumpang sedikit,” kata Budi.

Ia menjelaskan, sejak diberlakukan PPKM darurat, aktivitas di pelabuhan turun hingga 50 persen. Seperti, beberapa agen kapal feri tujuan Dumai, Selat Panjang, Dabo, dan Karimun tidak beroperasi.

”Sekarang masyarakat keluar masuk Batam yang masih dalam wilayah Kepri, persyaratannya sudah vaksin minimal dosis 1 ditambah tes antigen. Kalau di luar Kepri, harus vaksin dan ada yang minta harus PCR. Antigen dan PCR kan mahal, jadi orang malas mau kemana-mana,” katanya.

Budi menambahkan, untuk hari pertama PPKM darurat, Pelabuhan Sekupang melayani 28 trip kapal dengan total 855 orang, di Pelabuhan Harbour Bay 3 trip kapal dengan 46 penumpang, serta Pelabuhan Punggur 42 trip dengan 492 penumpang.

”Sejauh ini situasi aman dan terkendali. Namun perkiraan akan lebih sepi karena agen kapal ini masih off,” tutupnya. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra, YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK