Covid-19

Pemeriksaan di Penyekatan Mulai Longgar

Kapolres: Petugas Tetap Siaga di Titik Penyekatan

Petugas melakukan penjagaan di posko penyekatan PPKM darurat di Jalan Raja Fisabilillah, Batam Center, Kamis (15/7). PPKM darurat merupakan upaya untuk menekan lonjakan kasus Covid-19. Sampai saat ini, penyebaran Covid-19 di Batam masih sangat tinggi. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Penyekatan di hari keempat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Batam, tidak lagi ketat seperti di hari pertama dan kedua. Ini terlihat dari kendaraan lalu lalang di jalanan Batam yang kembali ramai.

Pantauan Batam Pos di beberapa ruas jalan dari titik penyekatan Tiban hingga Batam Kota pukul 10.00 kemarin, tampak tidak ada lagi pemeriksaan ketat seperti sebelumnya. Pengendara leluasa melewati pos-pos penyekatan. Padahal, tujuan dari penyekatan untuk memeriksa masyarakat yang keluar, apakah memiliki syarat yang ditentukan dan sesuai kriteria surat edaran wali kota.

Selain itu, masyarakat mulai mencari celah-celah agar tidak melalui pos-pos penyekatan. Rambu-rambu dilarang untuk dilewati, terkadang dirusak. Sehingga kendaraan pun bebas keluar tanpa melewati pos penyekatan.

Advertisementjudul gambar

Sementara pantauan Batam Pos di Tiban Center, beberapa kali petugas memperbaiki garis penyekatan yang dirusak. Tapi, setelah diperbaiki, kembali dirusak. Kendaraan pun lewat tanpa harus melalui pos penyekatan.

Pembatasan kegiatan di malam hari pun tidak lagi terlihat. Di kawasan Tiban misalnya. Hari pertama dan kedua, masyarakat yang tidak memiliki kepentingan tidak bisa lewat. Tapi, Rabu (14/7) tidak ada lagi petugas yang berjaga di pos penyekatan. Hanya tendanya saja berdiri tegak. Sehingga beberapa remaja dengan bebas lalu lalang.

Terkait pos penyekatan ini, Kasatpol PP Pemko Batam, Salim, mengaku bukan wewenangnya bicara soal penyekatan. ”Bukan saya itu, Polresta Barelang,” ucapnya. Namun, Salim mengatakan, saat dirinya patroli di pagi hari, penyekatan dilakukan cukup ketat. Masyarakat yang lalu lalang pun ditanyakan satu per satu. ”Saya patroli pagi, bagus semua kok,” ujarnya.

Berdasarkan aturan PPKM darurat bahwa penyekatan ini dilakukan dari pagi hingga jam 8 malam. Lalu dari pukul 20.00 hingga 04.00 pagi diberlakukan jam malam. Masyarakat dilarang lalu lalang tanpa tujuan jelas.

Sementara itu, di wilayah Batuaji dan Sagulung sedikit berbeda. Pantauan Batam Pos, petugas mengaku tetap semangat mengawasi aktivitas masyarakat di masa PPKM darurat. Meskipun kelelahan, mereka tetap bekerja mengimbau dan mengarahkan warga yang hilir mudik di jalan raya untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. ”Tidak ada istilah longgar, kami tetap bekerja maksimal agar PPKM ini bisa berjalan efektif menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota Batam,” ujar Camat Batuaji, Ridwan, kemarin.

Wilayah Batuaji dan Sagulung ada belasan titik lokasi penyekatan. Meskipun siang kemarin tampak agak sedikit longgar karena petugas mulai kelelahan, namun ditegaskan Ridwan, pengawasan tetap dimaksimalkan. Targetnya, aktivitas masyarakat di luar rumah berkurang sehingga bisa menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota Batam.

”Siang agak sepi, jadi petugas bisa beristirahat sedikit. Tapi tetap maksimal melakukan tugas pengawasan di lapangan. Kami sangat apresiasi pihak kepolisian dan TNI yang sampai hari ini masih semangat di lapangan bersama petugas lainnya,” kata Ridwan.

Senada disampaikan Kapolsek Batuaji, Kompol Danniel Ganjar Kristanto. Dia mengaku tidak ada kata lelah dengan PPKM. Anggota dari Polsek Batuaji ataupun TNI setempat tetap semangat mengarahkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan patuh akan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Kapolres Barelang, Kombes Yos Guntur, menyatakan, jajaran Polri, TNI, dan dibantu instansi terkait lainnya, tetap konsisten melaksanakan PPKM darurat hingga 20 Juli. Jajarannya juga selalu siap siaga di semua titik penyekatan. ”Jangan sampai 20 Juli, jika diminta hingga 6 minggu, kami pun siap saja. Seluruh personel kami sudah dibekali pengetahuan yang cukup,” tegasnya.

Sementara itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam menurunkan personel Direktorat Pengamanan (Ditpam) untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan PPKM darurat, guna menekan lonjakan kasus Covid-19 sesuai Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 32 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Batam.

Kepala Sub Direktorat Pengamanan Aset dan Objek Vital Ditpam BP Batam, Kurniawan, mengatakan, jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 30 orang, ditambah lima pengawas, dan dua penanggung jawab yang ditempatkan di 15 titik lokasi. Dalam pengamanan penyekatan ini, Ditpam BP Batam bergabung bersama unsur TNI, Polri, dan Pemko Batam.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Batam mengajak masyarakat berpartisipasi dalam survei perilaku masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Periode survei dilaksanakan sejak 13 Juli hingga 20 Juli mendatang. ”Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan pandemi, survei ini dibuat untuk mengetahui masyarakat terkini di masa pandemi,” kata Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, kemarin.

Hasil dari survei ini, sangat penting untuk menghasilkan informasi penting bagi penyusunan kebijakan percepatan penanganan Covid-19. ”Kerahasiaan jawaban dilindungi Undang-Undang (UU) Nomor 16/1997 tentang statistik,” ungkapnya.

Untuk bisa mengikuti surve ini, bisa mengunjungi tautan yang beralamat di https://survey.bps.go.id/open/covid. ”Mohon dapat menyebarkan link ini ke seluruh jaringan pertemanan, keluarga, rekan kerja, dan lain-lain. Bagi perusahaan kawasan industri dan civitas akademika, dapat menyebarkan link ini ke pegawainya, lingkup kampus, dan mahasiswa,” pintanya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA
EUSEBIUS SARA
RENGGA YULIANDRA
RIFKI SETIAWAN
Editor : MOHAMMAD TAHANG