Metropolis

Vaksinasi Dipusatkan di Puskesmas

Petugas Kesehatan melakukan vaksianasi covid-19 kepada warga yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Batam dikantor Kejari Batam, Rabu (14/7). Kegiatan tersebut dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dan juga vaksinasi massal bagi masyarakat ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan penuh Kejaksaan atas program pemerintah Indonesia dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, Batam sudah mendapatkan 20 ribu dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Kepri, Kamis (15/7).

Ketersediaan vaksin masih sangat terbatas. Akibatnya, penyuntikan hanya dilakukan di Puskesmas yang tersebar di Kota Batam. Pelaksanaan vaksinasi tidak digelar tersentral atau massal, akibat stok vaksin yang tidak banyak.

Amsakar mengatakan, Pemko Batam terus berkoordinasi dengan Pemprov Kepri terkait ketersediaan vaksin. Pihaknya tidak membantah bahwa saat ini stok vaksin di Batam memang terbatas.

Advertisementjudul gambar

”Informasinya, diprioritaskan dosis kedua, karena sudah terjadwal,” imbuhnya.
Pihaknya juga terus mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri untuk mendesak pemerintah pusat agar melakukan penambahan kuota vaksin. Sehingga dapat segera didistribusikan kepada masyarakat.

Dinkes Kepri, menurutnya, akan mengirim 2.000 vial dari Kepri. Namun, jumlah tersebut akan dibagi termasuk untuk TNI dan Polri, sedangkan untuk Batam hanya 500 vial atau hanya cukup untuk 5.000 orang.

Sementara terkait dengan target vaksinasi 70 persen sampai akhir Juli ini, menurutnya akan sulit tercapai jika ketersediaan vaksin terbatas seperti yang terjadi saat ini.
Itu sebabnya, pihaknya berharap ada pembicaraan yang serius antara Pemprov Kepri dengan Pemerintah Pusat terkait vaksin ini.

”Kalau dalam waktu dekat ada distribusi vaksin dengan jumlah yang banyak, misal 50 ribu vial yang datang mungkin tercapai, tapi kalau sedikit-sedikit seperti sekarang ini sepertinya sulit untuk mengejar target,” katanya.

Permintaan vaksin terus meningkat, hal ini ditambah dengan pemberlakuan PPKM darurat yang mewajibkan sertifikat vaksin untuk melakukan perjalanan.

Amsakar mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (protkes), menjaga jarak, kurangi mobilitas, agar bisa menekan penyebaran di Batam. Ia berharap, hingga berakhirnya PPKM darurat, ada penurunan yang signifikan terhadap kasus Covid-19 di Batam.

”Patuhi aturan untuk saat ini. Jangan lagi ada yang melanggar agar wabah ini cepat berlalu,” imbuhnya.

Permintaan Vaksin ke Apindo Melonjak

Vaksinasi massal yang dilaksanakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri dan Batam terus berjalan. Bahkan, di saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat berlangsung, terjadi lonjakan permintaan vaksin Covid-19.

”Untuk vaksinasi tetap berlanjut setiap minggunya. Saat ini, permintaan vaksinasi dari masyarakat melonjak drastis akibat adanya pemeriksaan sertifikat vaksin oleh Satgas di area penyekatan,” kata Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, Kamis (15/7).

Di sisi lain, sejumlah kiriman vaksin dari pusat mengalami keterlambatan. Ditambah lagi, saat ini vaksinasi tahap kedua juga harus dilaksanakan Apindo.

”Pendaftaran untuk vaksinasi di Apindo dibatasi. Tidak seperti sebelumnya, yang kami terima pendaftaran baru dalam jumlah banyak,” tuturnya.

Ia berharap, agar jumlah kiriman vaksin dari pusat ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri dan Dinkes Batam segera ditambah, mengingat begitu tingginya animo masyarakat untuk ikut vaksin.

”Inilah saatnya kalau mau mengejar target 70 persen masyarakat tervaksin pada bulan Juli ini. Agar terbentuk herd Immunity di Kepri dan Batam sehingga penularan Covid-19 bisa terkendali.”

Ia juga berharap, tempat vaksinasi massal lainnya seperti di Temenggung Abdul Jamal tetap dibuka. Juga di puskesmas, sebaiknya tetap melayani dan membuka pelayanan vaksinasi agar tidak menumpuk di satu tempat saja.

Rafki menuturkan bahwa Apindo berkomitmen untuk semaksimal mungkin melayani dan melakukan vaksinasi masal bagi masyarakat.

“Kami berusaha terus menambah kapasitas harian. Terakhir hari Minggu kemarin, kami berhasil memvaksin sekitar 5.500 orang dalam satu hari saja. Ini rekor baru vaksinasi di Resto Puas Hati yang dilaksanakan Apindo,” paparnya. (*)

Reporter : YULITAVIA,
RIFKI SETIAWAN
Editor : RATNA IRTATIK