Ekonomi & Bisnis

Kebijakan Pemerintah Membuka Pintu untuk Tenaga Kerja Asing Dikritik 

ILUSTRASI: 20 TKA asal Tiongkok tiba di Makassar untuk menjadi pekerja di Huadi Nickel-Alloy Bantaeng, Sulawesi Selatan. F.Antara

batampos.id – Kebijakan pemerintah yang hingga kini masih membuka lebar pintu masuk untuk tenaga kerja asing (TKA) mendapat kritikan.

”Di tengah pandemi, kita masih welcome sekali terhadap pekerja China,” ujar Ekonom senior Faisal Basri pada diskusi Indef, Jumat (16/7).

Faisal merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah pengunjung asing yang masuk lewat Bandara Sam Ratulangi, Manado, jauh lebih banyak. Justru, pengunjung asing yang melalui Bandara Ngurah Rai, Badung, hanya sedikit.

”Kita biarkan ini? Pemerintah China bereaksi kemarin. Dia bilang ya dibolehkan sama pemerintah Indonesia gitu, oke-oke aja. Jadi, di mana ini sense of crisis-nya?” tegasnya.

BACA JUGA: Tracing Covid Tiap Hari Ditargetkan Sasar 468 Orang di Tanjungpinang 

Jumlah pengunjung asing yang melalui Bandara Sam Ratulangi tercatat 433 orang pada Januari 2021, Februari 1.027 orang, Maret 2.513 orang, April 2.685 orang, dan Mei 1.015 orang. Sementara itu, yang melalui Bandara Ngurah Rai untuk Januari 2 orang, Februari 12 orang, Maret 3 orang, April 9 orang, dan Mei 8 orang.

Banyaknya kunjungan ke Bandara Sam Ratulangi itu diduga menjadi celah bagi TKA masuk ke Indonesia di tengah PPKM darurat. ”Apakah di tengah pandemi kita masih memberhalakan investasi? Padahal, kita juga tidak dapat apa-apa. Speechless saya lihat data-data ini,” tuturnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung