Metropolis

PPKM, Rutan Batam Tiadakan Besuk dan Titip Makanan

Saat dilakukan razia di rutan batam. f. ist

batampos.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19 di kota Batam juga berlaku di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam. Sesuai dengan keputusan Kementerian Hukum dan HAM RI, segala bentuk kunjungan dan titipan dari luar dihentikan sementara waktu.

BACA JUGA: Terima 33 Tahanan Baru, Rutan Batam Perketat Protokol Kesehatan

Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dengan kebijakan tersebut, jajaran petugas Rutan Batam gelar razia antisipasi di seluruh kamar dan blok penjara yang ada, Minggu (18/7) pagi. Razia ini sifatnya insidental sebab, Selasa (20/7) adalah hari raya Idul Adha. Jajaran Rutan Batam ingin memastikan tak ada rencana yang melenceng dari warga binaan.

Advertisementjudul gambar

“Sifatnya antisipasi. Bentar lagi mau hari raya Idul Adha, nah biasanya hari raya seperti itu ada kunjungan ataupun titipan makanan dari luar. Kali ini dilarang karena aturan PPKM tadi. Kita antisipasi mana tahu ada rencana-rencana yang melenceng dari warga binaan yang mungkin saja tak terima dengan kebijakan itu,” Karutan Batam Yan Patmos.

Dijelaskan Yan, aturan PPKM yang tengah dijalankan di Batam, juga berlaku di Rutan Batam. Untuk aktivitas besuk dan titipan makanan ditiadakan demi mengurangi aktivitas dan mobilitas warga umum di lingkungan Rutan Batam. Warga binaan boleh berinteraksi dengan keluarga atau kerabatnya di luar hanya melalui layanan video call yang disediakan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Batam Ismail memastikan situasi dan keadaan di lingkungan Rutan Batam dalam kondisi aman. Dalam penggeledahan kamar tahanan tadi tidak menemukan benda-benda ataupun rencana-rencana yang melenceng.

Sebanyak 1.016 warga binaan yang ada, masih dalam kendali pengawasan petugas. “Benda-benda yang paling dilarang seperti narkoba, Sajam ataupun telepon tak ada (ditemukan). Paling cuman pisau cukur, kartu Remi dan sejenisnya. Sesuai protap pengamanan yang ada barang-barang tersebut tetap kita sita dan dimusnahkan,” ujar Ismail. (*)

REPORTER : EUSEBIUS SARA
editor: tunggul