Nasional

42 Korban Belum Ditemukan

Hari Ke-5 Insiden Kapal Tenggelam di Perairan Kalbar

Ilustrasi kapal tenggelam. (Insan Faizin Mubarak/Antara)

batampos.id  – Memasuki hari kelima pencarian korban tenggelamnya 17 kapal karena cuaca buruk di perairan Kalimantan Barat, posko SAR gabungan mulai ramai didatangi warga. Selain mencari kejelasan sanak saudara akibat kecelakaan kapal tersebut, mereka memberikan data kepada tim DVI untuk mempermudah identifikasi korban.

Jeni, 20, misalnya. Warga Sungai Burung, Kecamatan Segedong, Mempawah, itu sudah empat hari ini berada di posko KSOP Pontianak. Dia menunggu kabar ayahnya, Yusmadi, yang hingga kini belum ditemukan.

Berdasar data, Yusmadi berada di KM Kawan Lama 999, salah satu kapal yang nahas. ’’Sampai saat ini, dari kapal itu belum ada satu pun korban yang ditemukan,’’ tutur Jeni, seperti dilansir dari Pontianak Post.

Advertisementjudul gambar

Dia terakhir berkomunikasi dengan ayahnya pada Selasa (13/7) melalui telepon. Saat itu Jeni berada di Mandor dan ayahnya di Jeruju, bersiap untuk melaut. Jeni bercerita, sang ayah akan melaut sampai September. Yusmadi berencana menepi saat Lebaran haji. ’’Telepon lah bapak, nanti Lebaran haji pas menepi,’’ ucap Jeni.

Kecemasan juga menyelimuti Nanang Suparman. Dia mendatangi posko SAR gabungan untuk mencari adik kandungnya, Bambang, yang hilang akibat kecelakaan kapal tersebut. ’’Saya diberi tahu bos yang punya kapal kalau adik saya ada di kapal Haidan Mina Jaya,’’ katanya.

Bambang sebelumnya bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Namun, karena menganggur, dia diajak rekannya untuk bekerja di kapal ikan. Nanang terakhir berkomunikasi dengan adiknya dua minggu lalu. ’’Katanya, kapal itu melaut sampai tiga bulan ke depan,’’ ceritanya.

Haidan Mina Jaya merupakan kapal ikan dengan POB (person on board) sembilan orang. Lima awak ditemukan selamat, 1 orang meninggal, dan 3 lainnya masih dalam pencarian.

Sementara itu, RS Bhayangkara Pontianak telah menerima 10 kantong jenazah. Tujuh di antaranya sudah diidentifikasi. ’’Tujuh berhasil diidentifikasi, sisanya belum,’’ jelas Kasubdit Dokpol Bidkkes Polda Kalbar IPDA Lijana Tajudin saat ditemui di posko SAR gabungan, KSOP Pontianak, kemarin. Lima jenazah yang teridentifikasi telah dibawa pihak keluarga.

Dia berharap warga yang merasa kehilangan anggota keluarga bisa melapor ke Posko Ante Mortem DVI Polda Kalbar, KSOP Pontianak, untuk memudahkan identifikasi jenazah yang sudah ada. ’’Silakan melapor. Jika hasil pemeriksaan ante mortem dan post-mortem cocok atau sesuai, kami akan serahkan,’’ paparnya.

Berdasar data posko SAR gabungan, jumlah POB diketahui 134 orang. Sebanyak 77 orang dinyatakan selamat, 42 orang dalam pencarian, dan 15 orang ditemukan dalam keadaan meninggal. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim