Metropolis

Bangun Branding, Tingkatkan Penjualan ala Bernard Wibowo

Konsultan digital marketing yang juga influencer Batam, Bernard Wibowo. (F dok pribadi untuk Batam Pos)

batampos.id – Perkembangan dunia teknologi informasi yang pesat sekarang, merambah dunia periklanan. Dari versi cetak, kini beralih ke digital. Melibatkan sosok terkenal yang punya pengaruh terhadap pasar. Sosok ini bertugas membangun branding untuk meningkatkan penjualan kliennya.

Hal inilah yang dilakukan Bernard Wibowo. Berawal dari akun Instagram @deliciousbatam yang ia tujukan sebagai rekomendasi makanan enak di Batam sejak 2014, kini ia berproses menjadi konsultan digital marketing yang diperhitungkan di Batam. Kegiatannya sebagai konsultan digital ini kerap dia bagikan di akun Instagram personalnya, @bernard_huangg.

“Lindungi diri Anda dengan masker terpercaya,” tulisnya lewat caption saat membagikan sebuah foto mengenakan dan memegang masker KF 94 berkualitas internasional buatan Batam.

Advertisementjudul gambar

Di postingan Instagramnya per tanggal 16 Juli 2021 itu, Bernard membagikan pengalamannya mengapa memilih masker tersebut, pilihan warna, dan dimana masyarakat bisa mendapatkannya.

“Tugas konsultan digital marketing itu bukan hanya profesional membangun branding dan memasarkan produk klien. Bukan. Ini lebih ke melibatkan hati dan pengalaman juga. Dengan begitu hasilnya maksimal,” ujar Bernard ketika ditemui di kawasan Lubukbaja, belum lama ini.

Pria 33 tahun ini menyebutkan, digital marketing merupakan teknik yang ia gunakan memasarkan bisnis atau pun usaha yang diinginkan kliennya. Sebagai konsultan, Bernard pun tak pelit membagikan ilmunya.

“Kepada calon klien, saya berkonsultasi layaknya berbicara kepada teman. Dengan tujuan serius pastinya. Jenis bisnisnya apa? segmentasinya kemana? Nah kalau dua ini sudah dipahami klien, maka saya bertugas memasarkannya secara digital. Melalui web, dan seringan sosial media karena pengaruhnya paling signifikan dalam aktivitas marketing yang tentu bertujuan meningkatkan penjualan,” jelas Bernard.

Dia menyebutkan, setiap produk punya marketnya dan segmennya sendiri. Dalam menerapkannya, sebagai seorang konsultan, Bernard bertindak sebagai seorang ‘dokter’. “Ibarat dokter, setelah konsultasi, saya harus mendengar keluhan pasien guna menegakkan diagnosa. Konsultan digital marketing juga sama. Kita harus mengetahui target market selanjutnya,” ujar Bernard lugas.

Dia mencontohkan. Saat ada klien yang ingin memasarkan masker. Siapa target pasarnya? Semua usia, pria dan wanita. “Namun saya menyarankan fokus target dengan pilihan pengguna media sosial aktif. Masker saat ini sebagai kebutuhan wajib harian kan? Banyak jenis juga. Nah bagaimana menjangkau pasar? Ya lewat berbagai konten digital media sosial seperti Instagram dan juga marketplace lainnya,” tambahnya.

Apakah sampai di situ saja? Bernard yang kini menjadi konsultan digital dua perusahaan besar di Batam menjelaskan, Sosial media yang ia gunakan untuk membranding produk kliennya merupakan sebuah jembatan untuk mengarahkan para pengikutnya menjalankan transaksi jual beli ke berbagai tempat tempat produk resmi klien dipasarkan.

“Beragam produk saya pasarkan sekarang. Kadang saya juga bertindak customer service ketika ada follower yang bertanya. Saya pasti menjawabnya, dan mengarahkan mereka menghubungi nomor kontak perusahaan atau klien untuk mengetahui informasi lebih lengkap atau bahkan membeli produk tersebut. Sebagian besar itu rentetan tugas saya sebagai konsultan digital marketing,” jelas Bernard.

Lebih lanjut dia mengatakan, kerap ia membuat ikatan rantai digital terhadap kliennya. Khususnya dalam bidang pemasaran produk kuliner. “Kalau pemasaran produk kuliner saya tautkan di akun @deliciousbatam, sedangkan umum di akun pribadi @bernard_huangg. Tetap saling berhubungan dan itu juga memudahkan konsumen terlebih menguntungkan bagi saya dari sisi trafik akun dan jangkauan pelanggan,” ujar Bernard.

Bernard menambahkan, ia mendobrak batasan dirinya menjadi seorang konsultan digital marketing. Karena sampai saat ini ia juga bekerja sebagai manajer pemasaran sebuah perusahaan minuman asal Malaysia. “Saling terkait kan. Tugasnya menjangkau pasar semaksimal mungkin. Kalau bisa dijalankan dua-duanya, why not? Toh tidak mengganggu jadwal kerja dan juga saya jadi tak berhenti berproses dan terus belajar terkait hal ini. Saya menikmatinya. Sangat enjoy sekali,” tutup pria yang juga kerap menjadi bintang iklan lokal di Batam ini. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung