Bintan-Pinang

Pemkab Bintan Tiadakan Salat Id, Apri Imbau Warga Salat di Rumah

Bupati Bintan, Apri Sujadi. F.Diskominfo Bintan

batampos.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan meniadakan pelaksanaan salat Id 10 Dzulhijjah 1442 H/2021 M di lapangan terbuka, masjid, dan musala di seluruh Kabupaten Bintan. Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan, kebijakan ini diambil berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama, SE. 15 Tahun 2021. Dalam surat edaran diatur panduan penyelenggaraan salat Id dan Qurban 1442 H saat pandemi covid-19.

BACA JUGA: Salat Idul Adha di Lapangan dan Masjid Ditiadakan

Selain itu, masih katanya, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah. Sebagaimana diketahui saat ini level situasi pandemi Kabupaten Bintan masih berada dalam status assesmen pandemi level 4 atau zona merah berdasarkan peta zonasi risiko kabupaten/kota Provinsi Kepri.

Advertisementjudul gambar

“Kemarin kita masih berharap bisa melaksanakan ibadah Idul Adha di masjid,” katanya. Dia mengatakan, masyarakat rindu salat berjemaah seperti masa-masa dulu, namun peningkatan kasus terus terjadi. Dia mengimbau masyarakat hendaknya dapat melaksanakan salat Id di rumah masing-masing.

Meski begitu, menurutnya pada malam takbiran di masjid atau musala dapat dilakukan dengan audio visual oleh pengurus masjid sehingga dapat lebih semarak namun tentu saja dengan tidak mengundang para jamaah.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bintan, Indra Gunawan menuturkan bahwa terkait kegiatan penyembelihan hewan kurban dapat berlangsung dalam waktu empat hari, yakni pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Pembagian menjadi empat hari penyembelihan bertujuan agar waktu yang dibutuhkan tiap hari tidak terlalu lama, yakni 4 sampai 5 jam antara jam 07.00 hingga 12.00 WIB.

Selain itu, pemotongan hewan kurban juga dilakukan oleh panitia masjid secara terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan dan memperhatikan kebersihan petugas dan kebersihan alat.

“Petugas juga harus melampirkan surat hasil tes rapid antigen dan jumlah data petugas di lokasi pemotongan juga dibatasi sesuai dengan luasan area penyembelihan hewan kuban,” jelasnya, Senin (19/7).

Selain itu, selama pelaksanaan penyembelihan petugas juga diwajibkan menggunakan baju lengan panjang, membawa baju pengganti, double masker, face shield, dan sarung tangan, serta panitia menyediakan deterjen untuk merendam baju yang sudah dipakai setelah selesai proses penyembelihan selesai. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul