Nasional

Penjualan Mobil Tumbuh

Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Produk mobil Mitsubishi di salah satu gelaran otomotif terbesar di tanah air, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 yang digelar 25 April – 5 Mei 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.  (RAKA DENNY/MUHAMAD ALI/JAWAPOS)

batampos.id – Relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) masih menjadi daya tarik sektor otomotif. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan adanya pertumbuhan kinerja penjualan wholesale mobil pada Juni 2021. Namun, dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat tak terhindarkan.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyatakan bahwa stimulus PPnBM mendongkrak penjualan kendaraan bermotor. Khususnya mobil. Secara mont-to-month (mom), penjualan naik 32,7 persen menjadi 72.720 unit bulan lalu. Peningkatan itu dipengaruhi penambahan pasokan (supply) ke diler. Selain itu, kunjungan masyarakat ke diler otomotif meningkat pada periode relaksasi.

“Mobil yang harganya di bawah Rp 300 juta paling banyak diminati,” ungkap Kukuh, Minggu (18/7). Dia menambahkan bahwa jenis kendaraan yang menjadi favorit masyarakat adalah multipurpose vehicle alias MPV.

Advertisementjudul gambar
Suasana hari pertama pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar melalui cara kunjungan langsung namun dengan pembatasan kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan COVID-19, serta secara daring (online) . (MUHAMAD ALI/JAWAPOS)

Menurut Kukuh, naiknya penjualan mobil mengindikasikan pergerakan positif industri otomotif. Setidaknya, produksi terus berjalan. Artinya, karyawan kembali aktif bekerja dan menerima gaji. “Nah, dari situ, uang bergulir. Untuk dibelanjakan, bayar pajak, dan lain sebagainya. Jadi, ada pemulihan ekonomi,” terangnya.

Dia berharap perpanjangan durasi stimulus PPnBM mampu memulihkan ekosistem industri. Bukan hanya otomotif, melainkan juga sektor-sektor industri penyokongnya.

Kukuh menyatakan, ada ribuan perusahaan pemasok komponen mobil. Untuk menghasilkan satu mobil, menurut dia, dibutuhkan sekitar 8 ribu komponen. Tidak boleh ada satu saja komponen yang kurang. “Perlu diingat, ekosistem industri otomotif memiliki multiplier effect yang luar biasa,” jelasnya.

Dia mengakui bahwa perpanjangan PPKM darurat berdampak pada penjualan. Namun, tantangan itu bisa disiasati dengan teknologi. Penjualan secara digital akan mampu menjaga tren positif penjualan. “Nggak mungkin kita memaksa jualan kalau masyarakatnya sakit semua. Nanti sambil kita pelajari dampaknya seperti apa,” ungkap Kukuh.

Sementara itu, Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk (ASII), Boy Kelana Soebroto, menyebutkan, penjualan wholesale dipengaruhi pasokan ke diler. Dia mengakui bahwa relaksasi PPnBM menjadi daya tarik pada masa sulit. “Perpanjangan stimulus diharapkan dapat mendongkrak penjualan mobil sampai akhir tahun,” ujarnya.

Pada Juni 2021, penjualan domestik Astra Internasional tercatat mencapai 40.910 unit. Jumlah tersebut naik 44,17 persen dari bulan sebelumnya. Secara tahunan, penjualannya naik sebesar 742 persen ketimbang Juni tahun lalu.

Kendati demikian, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengingatkan bahwa meskipun penjualan mobil tumbuh, ketidakpastian (uncertainty) ekonomi juga meningkat. Sebab, jumlah kasus harian Covid-19 bertambah terus.

Menurut Andry, peningkatan kasus Covid-19 dan PPKM darurat akan menurunkan consumer confidence (keyakinan konsumen). Itu pun akan memengaruhi kinerja penjualan mobil. “Kami perkirakan pertumbuhan penjualan mobil bisa lebih rendah daripada proyeksi kami sebelumnya. Di bawah 39,5 persen dengan total penjualan sebanyak 742.150 unit,” terangnya.

Sementara itu, pemerintah terus mendukung pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pemerintah pusat berusaha mewujudkan ekosistem industri mobil dan sepeda motor listrik. Mulai penyebaran stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKL), pusat penelitian komponen, hingga penanganan limbah industrinya.

”Industrialisasi KBLBB telah membentuk ekosistem yang cukup lengkap. Penyiapan infrastruktur mulai bergerak untuk menjadi sektor unggulan,” ungkap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, kemarin. Kemenperin pun berupaya mengakselerasi industri yang ramah lingkungan tersebut.

Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin, Heru Kustanto, menyatakan, penelitian terkait dengan baterai dan infrastruktur pengisian listrik juga terus berkembang. Sesuai dengan yang tertulis dalam prioritas riset nasional (PRN).

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), menurut Heru, berhasil menciptakan baterai untuk sepeda motor listrik dalam bentuk pouch alias kantong. ”Dari sisi penggerak, BBLM telah melakukan retrofitting motor listrik sebagai dapur pacu kendaraan listrik,” ujarnya.

Terkait dengan limbah yang kini menjadi perhatian, Heru mengungkapkan bahwa Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang sedang meneliti peluang recycle. Saat ini lembaga tersebut meriset circular economy baterai kendaraan listrik. Harapannya, baterai bekas bisa dimanfaatkan lagi. Kementerian juga sedang meneliti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk sepeda motor listrik.

”Kami mengadakan kompetisi untuk mendukung kontribusi akselerasi program KBLBB tanah air. Diharapkan, semua lapisan masyarakat mendukung era kendaraan listrik,” tutur Heru.

Sementara itu, Direktur PT Bangun Sentosa Jaya Prakarsa (BSJP), Jonatha Surya, menyebut Indonesia relatif lamban mengimplementasikan teknologi kendaraan listrik. Karena itu, pemerintah berperan penting mewujudkannya. Baik dari sisi penyiapan infrastruktur maupun stimulus bagi pelaku industri.

”Dari sisi pengusaha, kami tentu bergerak melihat potensi ekonomi. Dan, yang bisa mendorong potensi ekonomi itu adalah pemerintah,” tegas owner diler sepeda motor listrik Gesits tersebut. (*)

Reporter: JP GROUP
Editor: MOHAMMAD TAHANG

 

Penjualan Roda Empat (Wholesale)

Periode Januari–Juni 2021

Jenis Kendaraan Penjualan (unit) Persentase (YoY)

Mobil penumpang 291.190 46,2 persen

Mobil niaga 102.279 65,5 persen

Total 393.469 50,8 persen

Sumber: Gaikindo