Metropolis

Posko Penyekatan PPKM Darurat Mulai Menghilang

Sejumlah kendaraan terpaksa putar balik arah tidak bisa melewati jalan Raja Fisabilillah Batam Center karena adanya penyekatan PPKM darurat, Minggu (18/6). (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat tampaknya semakin tidak konsisten. Meski PPKM darurat direncanakan berakhir Selasa (20/7). Posko penyekatan di sejumlah lokasi di Tiban, tampak tidak terlihat lagi.

Pantauan Batam Pos, sejumlah titik posko penyekatan seperti di Simpang Gereja Tiban 3 dan Tiban Koperasi sudah tidak aktif, Minggu (18/7).

Di Simpang Gereja Tiban 3, sebelumnya berdiri posko penyekatan tepat di tengah-tengah persimpangan jalan. Namun, sejak beberapa hari ini, terumata Minggu kemarin, posko tersebut terlihat dipinggirkan ke tepi jalan.

Advertisementjudul gambar

Sementara di posko penyekatan Tiban Mc Dermott, posko masih ada, tapi petugas tidak memeriksa warga yang melintas.

Salah seorang pedagang di dekat Simpang Gereja Tiban 3, Timo, mengatakan, posko-posko yang berada di Simpang Gereja dan Tiban Koperasi pada awal-awal masa berlakunya PPKM darurat masih berdiri, biasanya dari pukul 09.00-16.00 WIB.
”Belakangan ini, tidak ada lagi poskonya. Kelihatannya kurang konsisten penerapannya,” katanya.

Selain posko yang sudah tidak lagi terlihat, masyarakat juga terkesan masih abai dengan protkes. Sebagai buktinya, banyak pedagang di Tiban, sama sekali enggan menggunakan masker ketika melayani pembeli.

Sebelumnya, Wali kota Batam, Rudi, mengatakan, PPKM darurat diberlakukan, karena Batam masuk dalam level asesmen 4, imbas dari perkembangan kasus Covid-19 yang makin tak terkendali.

”Penyekatan ini tidak full seperti di India, Malaysia, atau Singapura. Kita masih boleh keluar dan belanja,” kata Rudi.

Rudi menegaskan penetapan status PPKM darurat akan melibatkan TNI/Polri. Penyekatan akan dilakukan di beberapa wilayah Kota Batam yang berpotensi menimbulkan keramaian.

”Bapak/Ibu tidak usah khawatir. Cuma yang dilarang untuk berkumpul-kumpul dan makan di restoran tidak boleh,” ujar dia. (*)

Reporter : Rifki Setiawan
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI