Covid-19

Sepekan PPKM Darurat, Belum Berdampak

Petugas melakukan pemeriksaan kartu tanda pengenal dan kartu vaksin saat pelaksanaan PPKM darurat di simpang Baloi Center, Rabu (17/7).Dalam pelaksanaan PPKM darurat satgas Covid-19 melakukan penyekatkan jalan di sejumlah titik dikota Batam. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Sepekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Batam, belum berdampak terhadap penurunan jumlah kasus positif Covid-19. Bahkan, dalam dua hari terakhir, Sabtu dan Minggu (17-18/7), jumlah kasus positif terpapar virus corona mencapai 1.083 orang, dimana 21 orang meninggal dunia.

”Paling banyak hari ini (kemarin, red), yakni 523 kasus baru dan 12 kematian. Ini menjadi kasus tertinggi di Batam sejak pandemi,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Minggu (18/7).

Tertinggi kedua sejak pandemi terjadi Sabtu (17/7) dengan 495 kasus baru dengan sembilan kematian. Dengan penambahan kasus dalam dua hari tersebut, maka total kasus terkonfirmasi positif di Kota Batam hampir mencapai 20 ribu orang, tepatnya sudah 19.310 orang.

Advertisementjudul gambar

Kondisi ini, lanjut Didi, memang semakin mengkhawatirkan. Apalagi, angka positif harian belum berimbang dengan angka kesembuhan harian. Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam mencatat, hanya penambahan 542 pasien sembuh dalam dua hari terakhir. Rinciannya, 291 pasien pada Minggu (18/7) dan 251 pasien sehari sebelumnya.

Jika ditotal pasien sembuh secara keseluruhan dari awal pandemi hingga kemarin, mencapai 15.551 orang dari 19.310 pasien positif. Kondisi itu membuat daya tampung ruang isolasi maupun ICU di semua rumah sakit rujukan semakin terbatas, apalagi mayoritas pasien bergejala.

Sementara itu, jumlah yang meninggal dunia 449 orang. Kondisi ini membuat area pemakaman pasien Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang, Sekupang semakin terbatas.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam juga mencatat, penambahan kasus harian yang tinggi itu membuat jumlah kasus aktif saat ini mencapai 3.089 orang. Sebagian besar mereka menjalani isolasi mandiri (isoman) dan ada juga dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 dan Asrama Haji Batam. Rinciannya, 2.389 orang isoman, 628 orang dirawat di rumah sakit, dan 277 di Asrama Haji Batam.

Terpisah, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengakui penerapan PPKM darurat tidak membuat angka kasus Covid-19 di Batam menurun. Hal ini berdasarkan data kasus yang terjadi sejak satu pekan penerapan PPKM darurat dimulai.

”Saya kira PPKM darurat yang sudah kita jalankan lebih kurang selama tujuh hari ini, jujur saya masih belum bisa menurunkan masyarakat kita yang kena Covid-19. Karena berdasarkan aturan hasil kajian kesehatan butuh waktu 14 hari, sekarang baru tujuh hari. Jadi, kita butuh dua minggu ke depan agar kasus bisa menurun. Makanya pak menteri sudah memperpanjang PPKM darurat sampai akhir Juli ini,” ujar Rudi, usai meninjau Asrama Haji, Minggu (18/7).

Kendati demikian, menurut Rudi, meski sampai kemarin jumlah kasus terus bertambah, bukan berarti PPKM darurat ini tidak efektif untuk menekan kasus. Hanya saja, masih butuh waktu untuk melihat dampak dari penyekatan dan pembatasan.

”Sekali lagi, kita butuh sampai 14 hari atau 27 Juli mendatang, baru bisa dilihat perkembangan kasus. Karena itu masa inkubasinya. Jadi, baru bisa terlihat di pekan depan. Mudah-mudahan angka kasusnya turun,” harapnya. (*)

Reporter : RENGGA YULIANDRA
YULITAVIA
Editor : MOHAMMAD TAHANG