Bintan-Pinang

Petugas Pantau Penyembelihan Hewan Kurban, Iwan: Bila Temukan Kelainan Pada Hewan Kurban Segera Diinformasikan

Kasi Kesehatan Hewan pada DKPP Kabupaten Bintan, drh Iwan Beri Prima. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id– Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan menurunkan 12 orang petugas untuk memantau proses penyembelihan hewan kurban di sejumlah titik yang terbesar di Kabupaten Bintan.

Kasi Kesehatan Hewan pada DKPP Kabupaten Bintan, drh Iwan Beri Prima mengatakan, 12 orang petugas yang diturunkan terdiri dari 2 orang dokter hewan dan 10 orang paramedis.

“Kita juga dibantu perhimpunan dokter hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kepri dan Karantina Pertanian Tanjungpinang,” ujarnya usai memantau penyembelihan hewan kurban satu ekor sapi Presiden Joko Widodo di Masjid Baitul Makmur, Tanjunguban, Selasa (20/7).

Advertisementjudul gambar

BACA JUGA: Iuran Lewat Program Hewan Sedekah, Kader Pemuda Pancasila Bintan Utara Beli 2 Ekor Kambing

Pemantauan penyembelihan hewan kurban dilakukan selama dua hari, yakni 20-21 Juli 2021. Karena, sebagian panitia penyembelihan hewan kurban ada yang baru melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada Rabu (21/7).

“Tidak semua melaksanakan penyembelihan hewan kurban hari ini, namun ada yang melakukannya besok (Rabu, 21/7),” ujarnya. Sejauh ini, dia mengatakan, belum ditemukan kasus penyakit pada hewan kurban yang disembelih.

“Belum menemukan kasus, semua berjalan lancar namun tetap melakukan pengawasan karena beberapa masjid baru besok melakukan penyembelihan hewan kurban,” katanya.

Dia berharap dengan keterbatasan jumlah petugas, panitia penyembelihan hewan kurban dapat berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan kasus penyakit atau kelainan pada hewan kurban.

“Kalau ditemukan kelainan misalkan ada organnya yang rusak, ditemukan cacing atau kondisi lain misalkan warna dalam hewan menjadi hitam atau ada organ yang membengkak, segera diinformasikan ke petugas,” ujarnya.

Dia juga berpesan ke panitia penyembelihan hewan kurban untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) sehingga tidak terjadi kerumunan pada saat penyembelihan berlangsung. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penularan covid-19.

Diimbaunya juga agar panitia tidak sambil merokok saat proses penyembelihan hewan kurban serta menggunakan alat-alat yang benar untuk memproses daging kurban.

Sebagaimana diketahui, ada 267 ekor sapi dan 119 ekor kambing di Kabupaten Bintan yang menjadi hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha 1442 H. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul