Internasional

Anggap AS dan NATO Rusak Keseimbangan Militer, Rusia Kembangkan Rudal Hipersonik

Ilustrasi rudal hipersonik buatan Rusia. ( F Flightglobal)

batampos.id – Pemerintahan Rusia mengembangkan rudal hipersonik sebagai tanggapan terhadap langkah penguatan militer oleh NATO dan Amerika Serikat yang dianggap sebagai perusak keseimbangan militer.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Sergeyevich Peskov menyebutkan pengembangan rudal hipersonik ini sebagai langkah mereka untuk meningkatkan keamanan negara, termasuk sebagai jalan pintas meninggalkan Perjanjian Rudal Anti-Balistik (ABM) antara AS dan Uni Soviet yang dibuat pada 1972 lalu. “Penyebaran infrastruktur rudal balistik di Eropa lokasinya sangat dekat dengan perbatasan Rusia,” ujar Peskov kepada awak media di Moskow, Selasa (20/7/2021) waktu setempat.

Peskov menyebutkan, beberapa dekade terakhir, Rusia menyaksikan kerusakan yang disengaja dari perjanjian yang menjadi kontrol senjata internasional antar dua negara adidaya itu.

Advertisementjudul gambar

“Kami menghadapi langkah-langkah yang merusak keseimbangan yang ada dari AS dan NATO. Pembentukan area posisi pertahanan rudal, penyabaran sistem peluncuran anti rudal di Rumania yang mereka buat sangat berdekatan dengan Rusia,” ungkap Peskov.

Peskov mengemukakan, Rusia lebih mementingkan keamanan negara dan rakyatnya. Hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan Kementerian Rusia yang berhasil meluncurkan uji coba rudal hipersonik Tsirkon.

“Peluncuran ini ditetapkan pada target darat 350 kilometer dengan daya lesat 7 Mach atau tujuh kali kecepatan suara,” jelas Peskov.

Kontra dengan alasan Rusia, Juru Bicara Pentagon AS, John Kirby menyebutkan aksi peluncuran hipersonik ini sebagai ajang pamer Rusia yang bisa menyebabkan destabilisasi dan risiko besar karena rudal tersebut bermuatan nuklir. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung